We Love Bali, Kenalkan Edukasi Lewat Wisata Hutan Mangrove di Denpasar Bali

Peserta program We Love Bali mendapatkan edukasi hutan mangrove. (SM/istimewa)

DENPASAR- Selain pesona Pantai dan Perbukitan, Bali juga memiliki Hutan Mangrove yang tak kalah eksotis. Sebut saja objek wisata Taman Hutan Raya Ngurah Ray atau yang lebih dikenal dengan Mangrove Information Center (MIC). Berada di kawasan Suwung Kauh, Denpasar, Bali, tepatnya di Jalan By Pass Ngurah Rai, Hutan Mangrove ini memiliki luas mencapai 1.373 Ha.

Seperti diketahui, Kemenparekraf bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali tengah berupaya menggerakan kembali roda perekonomian di sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 dengan membuat sebuah program yang bertajuk We Love Bali. Program yang dikemas Familiarization Trip (Famtrip) ini berlangsung dari tanggal 5-9 Desember 2020.

Program We Love Bali ini merekomendasikan beberapa destinasi wisata yang siap untuk dikunjungi para wisatawan domestik maupun wisatawan asing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness), Health, Safety, dan Environment).

“Program CHSE telah kita terapkan dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta menstimulus kegiatan pariwisata di Bali khususnya,” kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Event Kemenparekraf Rizki Handayani.

Rizki menambahkan, implementasi penerapan CHSE melalui program ‘We Love Bali’ ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk hotel, usaha perjalanan wisata, usaha transport, pemandu wisata, restoran, daerah tujuan wisata, UMKM dan lain sebagainya.

“Kegiatan ini bertujuan memperbaiki kondisi ekonomi yang terpuruk selama pandemi Covid-19 dan dalam rangka membangkitkan pariwisata Bali,” ujarnya, Senin (7/12/2020).

Senin (7/12) pagi rombongan program We Love Bali berkesempatan mengunjungi objek wisata Hutan Mangrove di Denpasar, Bali. Sebelum memasuki area tersebut para peserta yang hadir terlebih dahulu mencuci tangan pada tempat yang telah disediakan oleh pengelola wisata. Tak hanya itu, peserta juga tetap mengenakan masker selama mengeksplorasi Hutan Mangrove.

BACA JUGA :  Kasus Covid-19 Menurun, Sektor Pariwisata di Bali Bakal Digenjot

Pagi itu rombongan tim program We Love Bali mendapat penjelasan langsung oleh Ida Bagus MW pengelola Taman Mangrove. Ia menjelaskan seputar jenis tanaman Mangrove. Tercatat setidaknya ada 28 jenis tanaman Mangrove yang terjaga dengan baik dan bisa dimanfatkan untuk perawatan wajah maupun dikonsumsi.

“28 jenis tumbuhan mangrove di sini ada yang bisa dikonsumsi dan ada yang tidak, ada juga yang biasa dijadikan tepung, masker muka. Dan perlu kalian tahu, tanaman mangrove yang besar ini usianya sudah mencapai ratusan tahun,” ujar Aji Bagus saat menunjukan salah tahu mangrove yang dijadikan tepung untuk dikonsumsi.

Di salah satu sudut Taman Hutan Mangrove ini terdapat Gardu Pandang untuk mengabadikan foto dari atas ketinggian. Hal ini membuat hasil foto Anda akan terkesan lebih menarik.

Waktu berkunjung terbaik ke hutan mangrove ini pada pagi hari ataupun sore hari, hal ini untuk menghindari teriknya sinar matahari yang membakar kulit. Tak hanya menikmati pesona alamnya, wisata Hutan Mangrove juga kaya akan edukasi seputar pemeliharaan hutan Mangrove. Hal ini tentunya akan memberikan pegalaman yang berkesan selama Anda di Bali. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *