Bersama KPK, bank bjb Gali Potensi Optimalisasi Pendapatan Daerah


 
CIREBON,Suara Merdeka.Com.- Bank daerah memiliki peran penting dalam mendorong upaya optimalisasi pendapatan daerah, khususnya melalui sektor pajak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan berinvestasi pada pengadaan alat perekam dan transaksi pajak elektronik yang dapat dimanfaatkan untuk menjaring pendapatan dari objek-objek prioritas.

Peran bank daerah dalam mendorong optimalisasi perolehan pajak tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam sosialisasi pengelolaan pajak daerah secara elektronik yang digelar Pemerintah Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan Polri, Kejaksaan Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan bank bjb di Hotel Patra, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (4/12/2020).

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan bank bjb mendukung penuh upaya optimalisasi pajak daerah yang merupakan bagian dari fokus Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK. Sebagai langkah programatik lembaga antirasuah itu, bank bjb siap menjalankan perannya untuk mendukung pertumbuhan daerah dan memperkuat komitmen antikorupsi.

“Optimalisasi pendapatan daerah dan pemberantasan korupsi adalah upaya yang senada saling mendukung satu sama lain. bank bjb mendukung penuh upaya supervisi yang dilakukan KPK dalam rangka pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui langkah-langkah programatik serta pengawasan yang sejalan dengan visi bank bjb dalam mendukung tata kelola keuangan yang transparan sekaligus efisien semi mendongkrak kemajuan daerah,” kata Widi.

Pada 2019 lalu bank bjb telah menjalin kesepakatan dan komitmen bersama dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat beserta Korsupgah KPK untuk melaksanakan optimalisasi pendapatan daerah melalui data transaksi yang akurat dan terintegrasi dengan pemanfaatan alat perekam pajak elektronik pada empat jenis usaha yakni hotel, restoran, hiburan, dan tempat parkir.

Langkah ini telah direalisasikan di sejumlah daerah, tak terkecuali di Kabupaten Cirebon, lewat dukungan fasilitas alat perekam transaksi elektronik tapping box. Tapping box merupakan alat perekam transaksi secara online yang terdiri dari beberapa solusi baik untuk Wajib Pajak bersistem, maupun Wajib Pajak yang belum memiliki sistem dan terintegrasi dengan sistem pembayaran atau komputer kasir. Tujuannya untuk menghitung setiap transaksi yang terjadi di suatu tempat usaha, misalnya hotel, restoran, tempat parkir mal, dan tempat hiburan lainnya.

BACA JUGA :  Permudah Akses, PT TASPEN Serahkan TASPEN Smartcard Pada Nasabah bjb

Dengan alat ini, setiap transaksi yang masuk akan otomatis tercatat. Segala jenis transaksi terkomputerisasi yang menjadi sumber pajak bakal dikoneksikan dengan alat milik pemerintah daerah sehingga data tersebut bisa dilacak. Sehingga, pemda dapat memantau jumlah transaksi sekaligus memaksimalkan pajak daerah.

“bank bjb yang memiliki salah satu misi sebagai penggerak laju perekonomian akan terus mendukung program pemerintah terutama dalam meningkatkan optimalisasi penerimaan pajak. Kami berharap dengan semakin optimalnya serapan pajak yang diperoleh, hal tersebut akan semakin mengakselerasi laju program-program pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Widi.

Dalam paparannya, KPK menyampaikan bahwa optimalisasi pendapatan daerah dapat meminimalisir potensi korupsi yang niscaya merugikan. Pendapatan daerah dapat dioptimalkan termasuk dengan cara pengaplikasian teknologi penarikan pajak elektronik yang dapat menghindari adanya potensi fraud oleh oknum tak bertanggung jawab.

Dengan adanya sistem terintegrasi tersebut, diharapkan pembayaran pajak bisa lebih transparan, dan mendorong pendapatan daerah, serta memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha atau wajib pajak guna menghindari terjadinya pelaporan pajak yang tidak sesuai dengan transaksi sebenarnya.

Dalam kesempatan tersebut, bank bjb juga dipercaya menerima penghargaan atas dukungan dan kerja samanya dalam optimalisasi pendapatan daerah tahun 2020. Penghargaan tersebut dberikan oleh Sekda Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno dan diterima oleh Pemimpin bank bjb Kantor Cabang (KC) Sumber Anet Yulisthian. Penghargaan ini akan semakin melecut semangat bank bjb dalam meningkatkan kontribusinya dalam optimalisasi pendapatan daerah sekaligus mencegah praktik korupsi yang menjadi penghambat bagi laju pertumbuhan.(bn/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *