Kegiatan Kihajar sebagai Upaya Tingkatkan Literasi Siswa dan Guru dalam Pemanfaatan TIK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim pada Malam Anugerah Kihajar 2020 secara virtual di Jakarta, Jumat (4/12). (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Berbagai rangkaian kegiatan Kita Harus Belajar (Kihajar) 2020 telah usai digelar Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan literasi dan juga kompetensi para siswa guru dan masyarakat Indonesia, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran.

“Pandemi Covid-19 telah menunjukkan juga terjadinya peningkatan pemanfaatan teknologi secara luar biasa. Saya melihat momentum ini dapat kita gunakan untuk melakukan lompatan kemajuan pendidikan nasional,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim pada Malam Anugerah Kihajar 2020 secara virtual di Jakarta, Jumat (4/12).

Rangkaian kegiatan Kihajar 2020 hadir dengan format tiga varian baru yaitu Kihajar STEM, Kihajar Explorer dan Kihajar TIK Talks yang diluncurkan oleh pelaksana tugas (plt.) Kepala Pusdatin Kemendikbud, M. Hasan Chabibie pada acara Hari Anak Nasional, 23 Juli lalu.

“Kihajar STEM merupakan wadah eksplorasi siswa dari seluruh jenjang melalui pendayagunaan TIK berbasis sains, teknologi, teknik dan matematika,” terangnya.

Tujuan kegiatan ini, lanjut Mendikbud, adalah untuk mengembangkan keterampilan pengetahuan dan kompetensi abad 21 bagi para peserta yang disebut dengan Generasi Kihajar (Gen Kihajar). Generasi yang sejak lahir sudah dikelilingi beragam teknologi dan terbiasa berinteraksi dengan gawai dan internet.

Kihajar STEM memiliki empat fase yaitu basic, intermediate, advanced, dan final. Sebanyak 64.555 peserta Kihajar STEM adalah siswa dari berbagai jenjang pendidikan SD atau MI, SMP atau MTS, SMA atau MA, dan SMK atau MAK. Selain itu turut berpartisipasi juga pelajar dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

Setelah melalui Kihajar STEM intermediate kemudian lanjut pada tahap Kihajar STEM advanced. Pada akhirnya sebanyak 301 peserta yang lolos pada tahap Kihajar advanced mengikuti tahapan selanjutnya pada Kihajar STEM final.

BACA JUGA :  Ditjen Dikti Dorong Akselerasi Transformasi Pendidikan di Sekolah Dasar

“Para Gen Kihajar yang berpartisipasi dalam Kihajar STEM ini akan berkompetisi untuk menjadi 10 Gen Kihajar terbaik dari setiap jenjang. Selain itu, akan dipilih juga lima video yang terbaik dari setiap jenjang,” ungkapnya.

Varian kedua adalah Kihajar Explorer. Kihajar Explorer merupakan wadah eksplorasi siswa dari berbagai jenjang dengan memanfaatkan konten Rumah Belajar, TV Edukasi dan Suara Edukasi. Kihajar Explorer dimulai sejak 24 Juli 2020 dan hadir setiap hari melalui akun Instagram @tvedukasi_kemendikbud dengan pertanyaan baru setiap harinya pada pukul 11.00 WIB.

Varian selanjutnya adalah Kihajar TIK Talks. Varian ini merupakan wujud apresiasi terhadap daerah dengan peserta Kihajar Stem terbanyak. “Kegiatan ini berupa seminar daring yang mengangkat isu permasalahan pendidikan daerah dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari praktisi pendidikan, ahli pembelajaran, dan dinas pendidikan daerah,” jelasnya.

Kihajar TIK Talks dilaksanakan sebanyak 10 kali yang dimulai pada 17 Agustus s.d. 25 November 2020 dengan melibatkan 10 provinsi yang terdiri dari Provinsi Sumatera Utara, D.I. Yogyakarta, Bali, Aceh, DKI. Jakarta, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Papua, dan Maluku. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *