Rektor IPB : Koordinasi antara Pemda dan Perguruan Tinggi Sangat dibutuhkan

Rektor IPB, Arif Satria (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Berkaitan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 yang ada. Rektor IPB, Arif Satria yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia mengatakan memang segala sesuatunya perlu pula dikonsultasikan dengan pemerintah daerah (pemda) karena situasi yang berbeda-beda di setiap wilayah dan keselamatan adalah prinsip nomor satu.

“Koordinasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi memang sangat dibutuhkan, agar protokol kesehatan di setiap kampus dapat berjalan dengan baik, serta diharapkan para mahasiswa dapat menjadi contoh bagi masyarakat sekitar tentang bagaimana menjalankan protokol kesehatan yang baik,” ujar Arif.

Ia juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah menyediakan fasilitas dan bantuan selama perkuliahan semester ganjil. Khususnya kepada mahasiswa yang terdampak ekonominya akibat pandemi.

“Pada prinsipnya, langkah ini harus ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar terjadi kesepakatan dalam menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTNI), Jamal Wiwoho menyampaikan sejatinya MRPTNI sudah merancang untuk mencoba dan menginisiasi untuk melakukan pembelajaran secara luring pada masa Akademik 2020/2021 yang tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan batas maksimal ruangan 50 persen.

“Kemudian tidak semua mahasiswa akan masuk, akan tetapi akan dipilih mahasiswa dengan semester tertentu,” kata Jamal.

Jamal mengakui bahwa pembelajaran sistem daring hasilnya tidak terlalu memuaskan terutama ketika dihadapkan pada kendala jaringan internet dan laptop. “Kami siap melakukan hybrid learning,” terangnya.

Diharapkan para pimpinan perguruan tinggi dapat mematuhi dan melaksanakan ketentuan yang tertulis dalam surat edaran tersebut dengan baik, demi terselenggaranya proses pembelajaran yang aman dan lancar bagi semua pihak, serta dapat membantu dalam memutus rantai penularan Covid-19. (nya/69)

BACA JUGA :  Dirjen Dikti Tekankan Pentingnya Lulusan Perguruan Tinggi untuk Bisa Produktif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *