NiTaTaDi, Terus Memberi Arti.

NiTaTaDi, Terus Memberi Arti. (SMJkt/Ist).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Layangkan salut dan selamat untuk empat sekawan yang menyingkat empat nama belakang mereka, menjadi NiTaTaDi. Di tengah pandemi Ronni Waluya, Rita Effendy, Netta Kusumah Dewi dan Hedi Yunus, menolak mati dan malah berani mengeluarkan single berjudul Kawan, karya Ria Prawiro.

Empat sekawan asal kota Bandung yang mengaku telah menjadi kawan “sepernakalan” sejak berbilang tahun lalu. Atau menurut pengakuan Hedi Yunus — solois dan vokalis Kahitna yang makan asam garam industri musik — sejak tahun 1979-an, “Sejak SD saya dan Netta sama-sama mengikuti lomba menyanyi,” kata Hedi via daring Rabu (2/12/2020).

NiTaTaDi, Terus Memberi Arti.(SMJkt/BB).

Singkatnya, setelah mereka melakukan reuni kecil, di masa pagebluk. Mereka memutuskan menolak kalah dengan gebukan pagebluk. Dengan memutuskan membentuk grup bernama NiTaTadi.

Sejurus kemudian, hanya dalam waktu 10 hari persiapan, NiTaTaDi dengan disupport penuh Geronimo Records, berhasil menggelar pertunjukan pertama pada tanggal 8 Agustus 2020 di Konser 7 Ruang DSS Music secara live streaming.

Momentum inilah yang semakin menguatkan NiTaTaDi untuk melanjutkan keseriusan pembentukan grup ini dengan merelease single.

Sebagaimana diceritakan Ronni Waluya, sejatinya mereka berempat adalah “lulusan” Kahitna. Jadi, klik-nya, menjadi sangat natural dan organik sekali.

Hingga akhirnya terpilih single “Kawan” karya Ria Prawiro, yang menurut mereka berempat, laras dengan gambaran pertemanan mereka berempat.

Lagu yang awalnya dinyanyikan Vina Panduwinata (85/86), diaransemen ulang menjadi lebih fresh dan groovy yang didaku akan menjadi ciri baru NiTaTaDi (2020).

Video Klip Kawan release di youtube channel Geronimo Records mulai tanggal 30 November 2020 pada pukul 16.00, sekaligus release di semua digital platform.

BACA JUGA :  Bukan Sekadar Paham, Konsorsium Tular Nalar Dorong Cara Berpikir Kritis Dengan Luncurkan Situs tularnalar.id

Apakah proyek NiTaTaDi adalah proyek sambil lalu, daripada bengong di masa pagebluk? Jika serius, apakah telah disiapkan tabungan single berikutnya, hingga menjadi sebuah album penuh, nanti?

Lalu, menimbang para personilnya adalah jagoan semua. Bagaimana pembagian vokalnya saat mereka rekaman dan menyanyi di atas panggung? Apakah saling mengalah, karena saling tidak enak hati, satu sama lain, atau tetap ada pengaturan vokal yang rigid, berdasarkan corak suara, atau parameter tertentu.

Kemudian, bagaimana pembagian rejekinya nanti, apakah sama rata sama rasa, atau berdasarkan senioritas, atau aturan main yang hanya boleh diketahui antarmereka?

Seketika Ronni Waluya menjawab, NiTaTaDi bukanlah proyek sambil lalu, daripada mereka “halu”. “Kita berkomitmen, udah kadung nyemplung. Memang perlu perjuangan dan effort. Kita tunggu tanggapan publik,” katanya.

Hal senada diungkap Hedi Yunus,
pembagian suara di NiTaTaDi berjalan dengan otomatis, “Karena uda sama sama tahu. Tapi untuk rekaman, kita hire profesional, vocal director,” katanya sembari menyebut nama Bowo Soulmate.

“Kita nurut vokal direktur aja. Karena di usia kita, kita cenderung males berpikir, ” imbuh Hedi Yunus.

Ihwal pembagian rejeki, menurut Netta, akan dilakukan dengan seksama, dan seadil-adilnya. “Itu urusan manajemen kami,” pungkasnya. Panjang umur NiTaTaDi. (Benny Benke — 69).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *