Satgas Covid-19 Apresiasi Terobosan Kemendikbud dalam Utamakan Pemberdayaan Bahasa Daerah

Ketua Penanganan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Doni Monardo (SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Ketua Penanganan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Doni Monardo mengapresiasi terobosan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam mengutamakan pemberdayaan bahasa daerah. Hal ini dilakukan Kemendikbud untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat guna meningkatkan pencegahan Covid-19.

“Mengingat istilah-istilah yang dipakai dalam konteks Covid-19 seringkali merupakan bahasa asing atau serapan dari bahasa asing seperti “adaptasi”, “asimptomatik”, new normal, dan social distancing,” kata Doni di Jakarta.

Doni Monardo meyakini, penjelasan tentang Covid-19 harus memakai bahasa yang mudah supaya cepat dimengerti masyarakat, sekaligus menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia dari sisi keragaman budaya.

“Saya harap, masyarakat lebih cepat mempelajari tentang Covid-19 dan tahu cara melawannya,” tambahnya.

Sementara, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud, E. Aminudin Azis menyampaikan pihaknya sangat hati-hati dalam proses penerjemahan.

“Kami uji coba juga pada ahli bahasa daerah setempat, lalu kami perbaiki, baru kami uji coba lagi kepada masyarakat,” tutur Aminudin.

Aminudin mengungkapkan, awalnya Satgas Covid-19 memohon bantuan kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk menerjemahkan pedoman perubahan perilaku dalam masa pandemi Covid-19 ke dalam 34 bahasa daerah.

Akan tetapi, mengingat luasnya wilayah dan beragamnya bahasa di Indonesia, pihaknya merasa perlu menerjemahkan pedoman ini ke dalam lebih banyak bahasa, sehingga berkembang dari 34 bahasa sesuai jumlah provinsi menjadi 77 bahasa.

Jumlah ini dikatakan Aminudin, besar kemungkinan akan terus bertambah karena masih ada balai dan badan yang melakukan proses penerjemahan di daerah.

“Tujuannya agar panduan ini mudah dibaca, kita terjemahkan dalam bahasa awam atau bahasa sehari-hari masyarakat kebanyakan,” jelasnya. (nya/69)

BACA JUGA :  Guru SLB dan SMK Bisa Mendaftar Program Guru Penggerak Angkatan Keempat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *