Menko PMK : PKN Jadi Ruang Ekspresi Kebudayaan Perkuat Cipta, Rasa dan Karsa

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy (SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengapresiasi Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2020 yang tetap diselenggarakan meski di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, PKN menjadi ruang ekspresi kebudayaan yang mampu memperkuat cita, rasa dan karsa.

“Selain itu, juga dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk bangkit kembali menciptakan tatanan baru menuju situasi kenormalan baru,” ujar Muhadjir Effendy pada penutupan PKN, kemarin.

Menko PMK menyebut, tradisi mencuci tangan, tradisi tolak bala, tradisi mengisolasi diri dan tradisi bersih desa seluruhnya mengajarkan relasi manusia dengan alam. “Pengaruhnya dirasakan sendiri kepada kesehatan dan kekuatan tubuh manusia dan lingkungan sosialnya,” katanya.

Menko PMK melihat, beberapa program dalam PKN 2020 menandakan sebuah keselarasan antara budaya yang kita miliki tidak hanya sebatas pertunjukan, tetapi juga mengandung makna yang dalam. “Bagaimana kebudayaan itu selalu hadir bersama kita sejak lahir hingga kita semua kembali ke liang lahat,” tuturnya.

Melalui konferensi yang berisi serangkaian refleksi, pidato, dialog dan percakapan, 33 narasumber dan pelaku budaya yang hadir berbagi pengalaman dan pandangan melalui proses tutur, kultur, dan luhur. Konferensi ini mencari titik temu dan bertukar pengalaman untuk menyusun panduan sikap.

Tutur adalah nilai-nilai dasar yang dihasilkan dari musyawarah, yang diterapkan dalam tindak budaya yang membentuk kultur (budaya), kemudian ditransformasikan menjadi kebijaksanaan luhur yang berfungsi sebagai panduan bersama. (nya/69)

BACA JUGA :  Gerakkan Literasi, Perpusnas Gelar Pameran Lukisan Menjawab Pandemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *