Berikut Enam Hal Persiapan Penyelenggaran Pembelajaran Semester Genap 2020/2021

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud), Nizam dalam konferensi pers terkait Surat Edaran Pembelajaran selama Pandemi secara virtual, Rabu (2/12). (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud), Nizam menjelaskan bahwa ada enam hal terkait dengan persiapan untuk penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun akademik 2020-2021, yang akan mulai pada pertengahan Januari mendatang. Seperti diketahui, setelah ada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di tahun Ajaran Semester Genap.

“Persiapan pertama, perguruan tinggi harus berkoordinasi dengan Gugus Tugas atau Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di daerah. Satgas itu yang terkecil adalah di kabupaten/kota. Jadi kita minta perguruan tinggi untuk berkoordinasi dengan satuan tugas yang ada di kabupaten/kota,” jelas Nizam dalam konferensi pers terkait Surat Edaran Pembelajaran selama Pandemi secara virtual, Rabu (2/12).

Kedua, lanjut Nizam, kegiatan akademik yang berada di kampus hanya untuk kegiatan kurikuler, terutama di masa transisi adaptasi baru. Sehingga, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) akan batasi kegiatan kurikuler, pembelajaran di dalam kelas.

“Mahasiswa datang ke kampus untuk melakukan kegiatan perkuliahan, diskusi tentang permasalahan pembelajaran di dalam kelas. Sedangkan mahasiswa yang lain mengikuti secara daring. Setelah itu pulang, jadi interaksi terbatas,” terangnya.

Persiapan ketiga adalah perguruan tinggi harus menyiapkan sarana prasarana untuk pembelajaran secara campuran antara daring dan luring. Oleh karena itu, kita harus membatasi jumlah orang yang ada di dalam ruang. Sebab, ruang sebesar apapun dalam satu ruangan akan berisiko kalau ada yang OTG, itu eksponensial risikonya.

“Sehingga kita harus membatasi jumlah orang di dalam ruang. Karenanya nanti sebagian mahasiswa agar mengikuti pembelajaran dari rumah secara daring, sebagian akan hadir di kampus,” tuturnya.

Nizam menekankan bahwa hybrid learning untuk dosen mengajar tetap berhadapan dengan layar tapi mahasiswa ada di dalam kelas ini berbeda sekali. “Saya merasakan ketika melakukan pembelajaran secara hybrid dengan hanya daring. Beda sekali, karena di dalam kelas ada orang tuanya. Kalau full online yang kita hadapi full layar, mahasiswa di layar, tapi beda berinteraksi,’ tekannya.

BACA JUGA :  Dirjen Dikti : Jangan Ada Mata Rantai yang Terputus antara Perguruan Tinggi dan Industri

Dengab hybrid, Nizam mengatakan bahwa mahasiswa yang mengikuti secara daring pun, akan ikut merasakan interaksi tersebut. Selanjutnya, persiapan keempat, yaitu perguruan tinggi harus betul-betul siap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang diatur di kepengurusan bersama  empat menteri maupun pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Kalau belum siap mohon jangan memulai dengan tatap muka di Januari nanti,” tegasnya.

Kemudian, persiapan kelima, perguruan tinggi membentuk Satgas yang memiliki tugas pertama menyusun panduan, setelah itu, nanti disusun dan di sosialisasi jajaran kampus dari satpam sampai dengan Rektor agar semua tahu pedoman tersebut.

“Memastikan bahwa pedoman hidup itu diikuti, jadi memantau, laporan juga mengarahkan surveilans. Tentu tidak harus berjalan sendiri dari secara terstruktur di fakultas jadikan dengan caranya departemen, ketua departemen dengan jajarannya di laboratorium dan jajarannya itu berjenjang. Sehingga protokol itu bisa diimplementasi,” ungkapnya.

Namun, Nizam menyampaikan kalau ada penyimpangan langsung, maka dilakukan perbaikan teguran. Kalau protokol itu tidak berjalan evaluasi untuk disempurnakan.

Persiapan terakhir, dituangkan di dalam pedoman pembelajaran dan kegiatan-kegiatan yang lain oleh pimpinan perguruan tinggi yang akan menjadi pedoman bagi seluruh warga kampus. “Tentu ini juga harus mendapatkan masukan dari senat,” tambahnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *