Budaya Riset Perlu Strategi Jitu untuk Akselerasi Sinergi bersama K/L dan Swasta

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro (SMJkt/Prajtna Lydiasari)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Pembangunan ekosistem riset dan inovasi akan menjadi fokus Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) pada tahun 2021. Sehingga, pelibatan pihak swasta atau industri kedepannya menjadi sasaran penting sebagai upaya bersama menumbuhkan kegiatan riset dan inovasi di Indonesia.

Di sisi lain, sinergi antar berbagai lembaga penelitian di Kementerian/Lembaga (K/L) perlu untuk diidentifikasi agar akselerasi dapat berjalan dengan baik.

“Kita harus mulai berubah dengan semangat inovasi ini, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 153 tahun 2020 mengenai super tax deduction sudah ada, harus all out mendorong swasta untuk mau ikut terlibat kegiatan RnD,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro baru-baru ini.

Budaya riset saat ini, lanjut Bambang, adalah inovatif, kolaboratif, tidak ada yang bisa menang tanpa adanya kolaborasi bersama, maka itu perlu juga strategi jitu untuk akselerasi sinergi bersama K/L dan swasta.

Rapat kerja (Raker) Kemenristek/BRIN 2020 yang diselenggarakan pada 26-27 November 2020 lalu, menghasilkan rumusan rekomendasi langkah-langkah strategis ke depan dalam menghadapi tantangan pembangunan terkait pengembangan, peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan teknologi (Iptek) dan penciptaan inovasi yang terbuka, fleksibel, bermutu serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri. (nya/69)

BACA JUGA :  Ditjen Dikti Alokasikan Dana 500 Miliar untuk Program Kompetisi Kampus Merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *