SURGE Mewujudkan Ekosistem Digital Indonesia melalui Solusi-Preneur


JAKARTA,Suara Merdeka.Com – Pandemi Covid19 yang hadir secara mendadak di awal tahun 2020 memaksa seluruh individu lebih banyak beraktivitas dengan meminimalisasi pertemuan fisik secara langsung mendorong penggunaan internet dan mengubah pola kehidupan masyarakat Indonesia.

Riset terbaru dari layanan manajemen konten HootSuite dan agensi pemasaran media sosial We Are Social dalam laporan bertajuk “Digital 2020” mendapati pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 175,4 juta dengan penetrasi mencapai 64 persen.

Hampir seluruh pengguna internet di Indonesia menggunakan perangkat mobile untuk berinternet. Pengguna internet mobile di Indonesia tercatat mencapai 171 juta atau sebesar 98 persen dari total pengguna internet.

Aktifnya pengguna internet di Tanah Air membuat Indonesia sudah masuk ke 10 peringkat teratas pengguna internet paling besar secara global. Ini menjadi fakta menggembirakan bagi para pelaku industri digital dengan dukungan utamanya jaringan internet.

Peningkatan penggunaan internet yang eksponensial berkorelasi langsung pada pertumbuhan industri digital yang semakin beragam antara lain: pasar daring (marketplace), jasa wisata dan perjalanan, transportasi publik, media massa digital offline maupun online hingga jasa kesehatan.

Namun di sisi lain, besarnya pengguna internet tidak koheren dengan ketersediaan jaringan internet yang merata. Sampai saat ini, mayoritas cakupan internet berada di area perkotaan. Hal ini membuat jutaan masyarakat Indonesia kesulitan mengakses internet karena terkendala infrastruktur meski dibandingkan dengan India dan China, secara teknis, harga data internet di Indonesia sebenarnya murah.

Kondisi ini tentu menyedihkan di masa internet telah berubah menjadi salah satu komponen primer masyarakat. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, seperti pekerjaan, internet telah berubah menjadi kebutuhan keluarga seperti untuk pendidikan, mencari informasi, hiburan hingga menjaga ikatan sosial.

BACA JUGA :  Konser 7 Ruang bank bjb Disambut Hangat Pecinta Seni

Dengan kondisi seperti itu, lantas bagaimana solusinya untuk mengatasi kesenjangan penggunaan jaringan internet saat ini? Sejatinya solusi digital yang memberikan nilai tambah sudah banyak diciptakan di Indonesia.

Hanya saja, ada dua kekurangan dalam sejumlah solusi tersebut. Pertama, akses jaringan dengan kualitas baik dan terjangkau ke seluruh pelosok. Kedua, upaya sosialiasai nilai tambah dari solusi yang diperkenalkan.

Untuk itu SURGE memiliki ekosistem ini yang sudah berjalan. Dan untuk meminimalisir kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, SURGE dalam proses pengembangan jaringan yang akan selesai dalam waktu singkat.

SURGE Solusi-Preneur

SURGE memiliki 3 pilar unit bisnis yang mencakup kegiatan usaha, yakni 1). Pengembangan Produk & Layanan Digital; 2). Jaringan Infrastruktur Telekomunikasi; 3). Periklanan Digital. Ketiganya diimplementasikan pada lingkungan transportasi massal, pasar & jaringan warung, dan fasilitas kesehatan publik.

Sebagai Solusi-preneur, SURGE mengsinergikan tiga pilar unit bisnisnya untuk membawa semangat pola bisnis digitalisasi ekonomi kerakyatan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama SURGE, Hermansjah Haryono, mengemukakan, solusi digital yang memberikan nilai tambah sudah banyak diciptakan di Indonesia. Namun masih kurang hal penting:
Pertama, akses jaringan internet yang merata.
Kedua, kualitas dan biaya akses internet yang cepat dan terjangkau.
Ketiga, upaya sosialisasi manfaat beragam aplikasi digital yang beredar bagi masyarakat.

“Untuk solusi digital beserta upaya sosialisasinya, SURGE memiliki ekosistem ini yang sudah berjalan. Dan untuk mengurangi kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, SURGE dalam proses pengembangan jaringan dan akan selesai dalam waktu singkat,” kata Hermansjah.

Senada dengan Hermansjah, Direktur Bisnis SURGE George Samuel mengatakan, SURGE hadir di industri digital Indonesia dengan solusi untuk mendistribusikan internet kepada publik tanpa biaya di ekosistem digital SURGE.

BACA JUGA :  Pabrik Gula JBM, Pabrik Gula Pertama Milik Pribumi dan Terbesar di Asia Tenggara

“Konsep bisnis SURGE adalah mengkombinasikan free Wi-Fi dengan iklan. SURGE memiliki jaringan internet yang dihasilkan dari infrastruktur jaringan telekomunikasi yang dibangun di Pulau Jawa, kemudian diintregrasikan dengan periklanan digital. Proses inilah yang membuat SURGE masih bisa menghasilkan pendapatan dari iklan atas penggunaan jaringan free Wi-Fi oleh penggunanya,” jelas George.

Fokus utama SURGE adalah digitalisasi lingkungan publik, dengan mengembangkan konsep offline-to-online aset media dan aplikasi smartphone yang didukung jaringan infrastruktur internet yang dijalankan secara terpadu dan mandiri.

Direktur Teknologi SURGE, Ricky Ananda mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi, harga smartphone maupun komputer kini lebih terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Hal tersebut membuat penggunaan data internet meningkat secara eksponensial, terutama pada kondisi pandemik seperti sekarang ini.

“Ke depannya, untuk mengakses internet di jaringan free Wi-Fi milik SURGE, harus menggunakan aplikasi LINIPOIN. Selain mengakses internet, LINIPOIN juga menawarkan beragam aktivitas seperti: kuis, survei, gaming, dan beragam aktivitas lainnya. Untuk user yang dapat mengumpulkan poin. Dapat menukarkan poin tersebut dengan beragam hadiah di platform LINIREWARDS” ujar Ricky.

Sebagai upaya mendukung perekonomian nasional, SURGE juga menyediakan aplikasi smartphone untuk transportasi massal, petani, dan marketplace yang bermanfaat bagi masyarakat di dalam ekosistem digital SURGE.

“Untuk itu, SURGE menyediakan sejumlah aplikasi yang tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga dapat membantu serta memfasilitasi masyarakat, salah satunya aplikasi “SOBATTANI” yang dapat mempermudah petani di pedesaan untuk meningkatkan pemasaran hasil panen,” jelas Ricky.

Ke depannya, SURGE dapat menambah tingkat kesadaran publik atas layanan seperti aplikasi dan ketersediaan jaringan internet, dengan menggunakan aset media yang sudah tersebar di transportasi publik, pasar, warung, dan beragam lokasi lainnya.

BACA JUGA :  Pengembang Mulai Tawarkan Hunian Sekaligus Tempat Kerja: Oleh Wahyu Atmadji, Jurnalis Senior

SURGE Go Public

SURGE resmi melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada November 2020 untuk memperkuat modal kerja melalui dana publik. Dengan cara ini, SURGE dapat meningkatkan kualitas layanan serta memperluas ekosistem digital Perusahaan agar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama layanan publik seperti transportasi massal maupun para petani dan pedagang kecil.

Peluang bisnis yang jelas dan berorientasi bagi publik membuat SURGE yakin publik akan mendukung penawaran umum perdana karena peluang bisnis SURGE yang tidak semata berorientasi kapital. Selain didukung data yang jelas, SURGE didukung banyak individual yang berpengalaman di bidang telekomunikasi.

Direktur Utama SURGE, Hermansjah Haryono yang sudah malang-melintang di industri telekomunikasi selama 17 tahun, secara personal merasa termotivasi membidani SURGE sebagai perusahaan teknologi digital yang menjanjikan.

Menurut Hermansjah, apa yang sedang SURGE bangun adalah mimpi dari para profesional yang berasal dari industri telekomunikasi, yakni membangun ekosistem digital bermula dari hulu (infrastruktur telekomunikasi) ke hilir (platform OTT dan Ads). Saat ini SURGE telah memiliki lini hilir dan hanya perlu membangun jaringan infrastruktur hulunya.(bn/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *