Royalti Adalah Kunci.

DIKSI #09: Berbagai Jenis Royalti dan Para Pelaku Terkait di Dalam Industri Musik Tanah Air.

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Guna mewujudkan musisi yang berdaya secara karya dan ekonomi, peran royalti menjadi sangat penting. Hal inilah yang terus diperjuangkan Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI).

Via program DIKSI Episode 9 yang mengambil tema ‘Berbagai Jenis Royalti dan Para Pelaku Terkait di Dalam Industri Musik Tanah Air’, FESMI mencoba memberikan pencerahan bagi musisi terkait sejumlah hak atas karya dan hak ekonominya.

Chico Hindarto, Ketua Badan Pengurus Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Hak Cipta WAMI yang menjadi pembicara menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menggarap royalti di ranah media sosial (medsos) seperti YouTube, Tiktok dan sejumlah platform digital lainnya.

“Sedang kita usahakan. Tantangannnya, TikTok misalnya belum punya log sheet. Kita baru bisa manual lewat sampling,” ujar Chico via daring, Rabu (25/11/2020).

Log sheet ini, lanjut Chico berguna untuk memudahkan pembagian royalti kepada yang berhak.

Saat ini, LMK Hak Cipta WAMI mendaku menjadi LMK yang melakukan pengumpulan bagi royalti pemusik asing yang karyanya dimainkan di Indonesia. Serta menjadi lembaga yang menyalurkan royalti bagi musisi Indonesia yang karyanya dimainkan di luar negeri.

“Paling banyak dari Malaysia, mungkin karena kita serumpun. Lalu dari Jepang,” tambah Chico.

Ditambahkan musisi cum Ketua LMK Hak Terkait Prisino, Marcel Siahan, masih banyak pemusik dan penyanyi yang tidak tahu jika mereka yang juga penulis lagu berhak atas royalti Performing Right atas karyanya.

“Royalti Performing Right tidak di dapat lewat label, tetapi lewat LMK atas hak cipta dan hak terkait,” ujar Marcel yang menjadi pembicara kedua ini.

BACA JUGA :  Labuhkan Inovasi di Dunia Pendidikan, bank bjb Hadirkan Kampus NgaDIGI

LMK Prisindo, lanjutnya, menjadi LMK Performer pertama di Indonesia yang menyalurkan royalti bagi sekitar 300 penyanyi yang sudah menjadi anggotanya.

Agung Damar Sasongko, Kasubdit Pelayanan Hukum dan LMK Kemenkumham yang hadir sebagai pembicara terakhir mengapresiasi kehadiran sejumlah LMK sebagai lembaga penyalur royalti kepada musisi.

“Ini menandakan spirit yang bagus. Jadi teman-teman musisi tidak usah lagi membuat LMK baru, cukup bergabung dengan LMK yang sudah ada saja. Intinya yang ada diperkuat saja,” kata Agung.

Ketua Umum FESMI, Candra Darusman menyatakan, upaya yang dilakukan FESMI menggenjot pemahaman royalti kepada para musisi ini sebagai bagian pemberayaan musisi secara karya dan ekonomi. Royalti adalah kunci, pesan tersurat Candra Darusman.(Bb-69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




Enter Captcha Here :