Brewing Kopi.

Oleh Benny Benke.

“Energi pikiran adalah inti dari kehidupan”. (Aristoteles).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com
Saya baru mendapatkan telpon dari kawan lama, Ganug Nugroho Adi (GNA), 15 menit lamanya berkabar dari Kartosuro. GNA adalah Pejalan kehidupan yang sekarang menekuni dunia Brewing Kopi.

GNA yang semasa menjadi pewarta sempat mengasah keilmuan jurnalistiknya sampai ke New York, itu kini mengenal Kopi seperti mengenal telapak tangannya sendiri.

Bukan sekedar bagaimana mengekstraksi dan menyeduh kopi dalam hitungan panas yang laras. Tapi, lebih dari itu, filosofi kopi dengan segala penerimaan atas neka rasa dan cita rasa yang dihasilkannya, dinarasikan dengan pristine dan detil.

Energi GNA saat berkisah tentang Kopi seperti bangun, untuk kemudian berlari dengan lekas, menyampaikan pesan kopi yang selama ini cenderung banal di mata publik.

Energi dan esensi kopi seketika seperti menjadi Inti dari kebangkitannya, untuk kembali mencintai hidup dan kehidupan. Yang bukan sekedar berliku, tapi juga beronak, dan mendaki. Untuk kemudian, dijadikan sangu  menjalani dan mencari potensi lain kediriannya. “Saiki sumeleh (berserah), mek,” katanya dari seberang sana.

Mek, sebagaimana nda, ndes, cuk, dan su adalah panggilan antarkawan sepernakalan di Semarang, pada sebuah masa.

GNA tampaknya mulai bersepakat dengan apa yang dikatakan George Orwell. Yang pernah mengatakan, “Happiness Can Exist Only In Acceptance. Penerimaan adalah kunci kebahagiaan. Trimo ae, sisanya kersane Gusti Allah. Mungkin begitu kira-kira. Dan GNA mulai mengubah cara pandangnya atas hidup.

Yang pasti, lebih dari 2 dekade mengenal GNA, energi persona satu ini memang luar biasa.

Saya, Anda, atau siapapun juga pasti
tidak bisa berdebat dan mendebat Einstein, dengan rumus persamaan
E = MC2”.

Tidak peduli apakah Anda seorang ilmuwan, realis, ateis, atau apa pun di antaranya, juga penyair, novelis, komposer, apalagi pewarta, Anda pasti pernah mendengar tentang persamaan terkenal ini dan penciptanya, Albert Einstein.

BACA JUGA :  Peta Jalan ”Sesat” Pendidikan

Tetapi, sebagaimana banyak dikisahkan, tidak banyak dari kita yang benar-benar memahami pentingnya persamaan kecil ini dalam penggunaan praktisnya untuk menghidupkan potensi kita sepenuhnya.

Ketika persamaan ini muncul di kancah sains pada tahun 1905, persamaan itu, benar-benar mengubah kehidupan seperti yang kita ketahui dan pahami, saat ini.

Persamaan kecil ini membuktikan bahwa massa dan energi adalah hal yang sama. Dan yang lebih menarik, ini membuktikan bahwa massa dan energi terus-menerus diubah menjadi satu sama lain.

Jadi apa hubungannya ini dengan potensi kita? Sangat berhubungan. karena, ENERGI ADALAH KEMAMPUAN UNTUK MENGHASILKAN TINDAKAN ATAU EFEK.

Sebelum menutup warta terkininya, GNA intinya mengatakan, tidak ada dalam hidup yang harus ditakuti. Karena semua hanya untuk dipahami. Sekaranglah waktunya untuk lebih memahami, sehingga rasa takut kita (terhadap ketidakpastian kehidupan) berkurang.

GNA rupanya, tidak terasa malih menjadi Budha, yang emoh tinggal di masa lalu, sekaligus wegah bermimpi tentang masa depan,”Konsentrasikan pikiran pada saat ini saja ,” katanya.

Kopi memang “berbahaya”. Dia mampu membuka kemungkinan lain penikmatnya. Termasuk membangkitkan energi positifnya. Juga kemampuan berpikirnya, serta ini, kebijaksanaannya. (BB-69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *