Perkuat Infrastruktur Banten Tol Serang-Rangkasbitung selesai tahun depan

Serang,Suara Merdeka.Com. — Memperkuat pemban

Perkuat Infrastruktur Tol Serang-Rangkasbitung Beroperasi Tahun Depan
gunan infrastruktur Banten, antara lain perkuatan kawasan Tanjung Lesung, proyek Tol Serang Panimbang sepanjang 83,7 km terus dikebut pengerjaannya. Proyek ini dibagi menjadi tiga seksi, masing-masing Serang (Juction Walantaka)-Rangkas Bitung (seksi I), Rangkas Bitung – Cileles, (II). 
Keduanya menjadi bagian BUJT yaitu WK Serang Panimbang Toll Road. Sedang ruas Cileles-Pabimbang (III) aan dikerjakan oleh Pemerintah atau BPJT.
Kabag Umum BPTJ dan Koordinator Investasi  Nurdin mengatakan proyek tol sepanjang 83 km ini untuk seksi I dan II targetnya bisa dioperasikan Maret/ April 2021. 
” Kami mengharapkan, paling tidak, saat mudik Lebaran 2021  nanti sudah dioperasikan secara fungsional, meski belum bertarif. Lebaran akan jatuh di bulan Mei 2021,” kata Nurdin dalam paparan pada Media Gathering fan Presstour Forwapu di Serang, Senin (23/11/2020).
Namun begitu, kalau memang sudah siap, bisa dioperasikan penuh dengan tarif resmi. Sesuai PPJT kemarin, tarifnya tol Serang-Rangkasitung rata-rata Rp1.000/ km. “Dari Serang ke Rangkasbitung cukup Rp26.000, tapi dijamin waktu temponya jauh lebih cepat dan  lancar,” kata Nurdin lagi.
Walau demikian, lanjut dia, pihak BPJT optimis pekerjaan proyek tol ini akan bisa berjalan sesuai target. Kendala utama masalah pembeasan lahan, itupun tinggal sedikit. “Kini tinggal beberapa bidang tanah terutama di sekitar overpass yang belum beres, sehingga kontraktor belum bisa memulai pekerjaan,” papar Nurdin.
Investasi Naik Menjadi Rp8 Triliun 
Sementara, Direktur operasi dan Tenik WK Serang-Panimbang Toll Road Nanang Siswanto mengatakan, proyek tol seksi I dan II kebutuhan investasi awalnya Rp 5,3 triliun. Tapi, berdasarkan up date Oktober 2020 lalu, jumlah itu naik ke angka Rp8 trililun.
“Secara pinsip, proyek tol Serang sampai Rangkasbitung berjalan lancar. Proyek jalan utama (main road) hampir 100% selesai. Yang masih menjadi kendala adalah di beberapa titik khususnya di sekitar proyek overpass yang masih terhambat pembebasan lahan,” kata Nanang lagi.
Menurut dia, titik paling krusial adalah di STA 24,568 dengan luasan tanah sekitar 75 M2. Namun sejauh ini belum ada kesepakatan harga, sehingga belum bisa dilanjutkan pembangunannya.
“Dana kini sudah ada, dititipkan di pengadilan. Kalau proses negosiasi sudah selesai tinggal dibayarkan. Jika sudah terjadi, maka pembangunan fisik bisa dilanjutkan,” papar Nanang. 
Posisi 31 Oktober  2020, menurut dia, progress fisik sudah mencapai kisaran 84%.  Oleh karena itu, sesuai rencana pihak BUJT akan segera mengajukan surat uji laik operasi  ke Pemerintah cq. BPJT di Kementerian PUPR.
Jika lolos, menurut Nanang, maka jalan tol yang menghubungkan lintas utara Baten ke lintas tengah dan selatan ini akan bisa dioperasikan. “Kita ok, secara teknik menjelang Lebaran 2021 siap beroperasi,” tegas dia.(budi nugraha/69)

BACA JUGA :  Riset MRI dan Infobank: Performa Customer Service bank bjb Naik Signifikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *