LADI Gelar Refreshing Doping Control Officer

LADI Gelar Refreshing Doping Control

JAKARTA,Suara Merdeka.Com.-Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) menggelar Refreshing Doping Control Officer (DCO), Selasa hingga Kamis (24-26/11/2020) ini di Belleza Hotel, Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Ini merupakan kegiatan kedua di tahun 2020, setelah melaksanakan “Sosialisasi Anti Doping” yang melibatkan tim medis dan kedokteran olahraga, Oktober lalu di Hotel Royal Kuningan, Jakarta.

“Refreshing untuk tenaga pengawas doping atau DCO ini penting untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan wawasan mereka terkait pengambilan sampel doping,” ungkap Ketua LADI, dr. Zaini Khadafi Saragih, Sp.KO, Senin (23/11/2020).

Setelah laporan oleh dr.Zaini K.Saragih, pembukaan kegiatan ini pada Selasa (24/11) pukul 19.00 wib dilakukan oleh Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Olahraga, Dr.Herman Chaniago, MM.

Dilanjutkan dengan penyajian materi pertama, mengenai “Introduction and Team Requirement”, oleh Ketua LADI dr.Zaini K. Saragih, Sp.KO, direncanakan mulai pukul 19.30 wib.

Rabu (25/11), materi kedua dengan topik “Preparation for Sample Collection and Athlete Notificafion and Chaperoning”, oleh dr.Veranika Darmidy, direncanakan pukul 09.00-10.30 wib.

Materi ketiga, dengan topik “Conducting Sample Collection”, disajikan oleh dr.Junaidi Sp.KO, direncanakan pukul 10.30-12.00 wib.

Materi keempat, mengenai “Modifications for Athletes who are Minors with Disabilities” oleh Rimbi Savitri Rahmi, M.Pd, pukul 13.00-14.45 wib.

Materi berikutnya, kelima, mengenai “Reporting Non-Comformities and Post-Test Administration and Sample Transportation”, dibawakan oleh Ilona Pratiwi Hutabarat, M.Pd, direncanakan pukul 14.45-16.15 wib.

Buku Peraturan Anti Doping

Di tengah keterbatasannya, LADI sudah berhasil menyusun Buku Peraturan Anti Doping 2021, yang secara global disebut The Code. Buku Peraturan Anti Doping 2021 ini sudah menyelesaikan tahapan revisi secara keseluruhan.

LADI sendiri merupakan satu-satunya institusi pengawasan doping di Indonesia, sekaligus lembaga resmi negara. LADI terbentuk pada 2004, sebagai konsekuensi Indonesia meratifikasi konvensi UNESCO, yang mewajibkan semua negara memiliki badan pengwasan doping yang independen.

BACA JUGA :  Vaccine Surabaya Tahap Dua Memvaksinasi 8.600 Orang.

Meski sudah berusia 16 tahun, sebagai organisasi LADI kekurangan sumber daya, baik finansial, SDM (secara kuantitas dan kualitas), maupun moral dengan belum diikutkannya LADI dalam sistem keolahragaan prestasi.

Walau keberadaan LADI semakin dianggap penting, namun semangat pembaharuan LADI tidak akan berdampak signifikan tanpa perubahan total mendasar terkait bentuk, struktur organisasi, SDM, penganggaran dan fungsi strategis dalam sistem keolahragaan nasional.

Untuk melaksanakan program pembinaan atlet unggulan dengan berdasarkan ilmu pengetahuan (sports science based), peran LADI tidak dapat diabaikan. Jika penerapan sports science berjalan baik, maka organisasi pengawas doping juga akan berkembang baik. Organisasi pengawas doping layaknya sparring bagi pengembangan sports science.(bn/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *