Menkominfo :Fasilitas Layanan Kesehatan Yang Terintegrasi, Jadi Salah Satu Program Utama Roadmap Indonesia Digital 2024.

Jakarta,Suara Merdeka.Com.- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan bahwa penyediaan akses internet jadi salah satu program utama Roadmap Indonesia Digital 2024. Termasuk fasilitas layanan kesehatan yang terintegrasi.
“Di mana salah satu program yang termuat dalam roadmap (Indonesia Digital) tersebut adalah peningkatan akses layanan kesehatan,” kata Menkominfo Johnny G Plate dalam sambutan virtual peresmian Layanan Telekonsultasi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) di RSCM Kencana,Sabtu,(21/11).
Mengingat launching Layanan Telekonsultasi RSCM ini dirangkaikan dengan peringatan HUT 101 Tahun RSCM yang bertema “Embracing Our Next Century Through Improved Medical Services”,sebelum memberikan sambutan Menkominfo menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke 101 bagi RSCM.
Selain Menkominfo, acara peresmian ini juga dihadiri oleh Dirut BAKTI Kominfo Anang Latif , Menteri Kesehatan Terawan Poetranto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Abdul Kadir , Direktur Utama dan jajaran Direksi RSCM, manajemen dan pegawai.
Menurut Menkominfo, ketersediaan akses internet di fasyankes diharapkan dapat mendukung program-program kesehatan masyarakat untuk jangka panjang; baik penurunan angka kematian ibu dan bayi, mencegah stunting, mendukung program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, dan peningkatan layanan kesehatan melalui telemedicine.
“Pemerintah berharap bahwa ketersediaan akses internet dapat mendukung program-program kesehatan masyarakat untuk jangka panjang, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam Percepatan Transformasi Digital Nasional,” paparnya.
Selain peningkatan akses internet di fasyankes, ada sejumlah hal lain yang menjadi program prioritas Kemenkominfo khususnya di sektor kesehatan yang masuk dalam roadmap itu.
Pertama adalah perluasan jangkauan infrastruktur digital dalam mendukung layanan kesehatan melalui telehealth/telemedicine, lalu penerapan registrasi kesehatan digital nasional, termasuk manajemen data dan health record.
Lebih lanjut, adalah pengembangan hub dan ekosistem teknologi medis, penerapan analytics untuk manajemen penyakit (antara lain untuk meningkatkan akurasi diagnosa), perluasan pelacakan kontak (tracing), dan implementasi digitalisasi untuk mendorong hidup yang lebih sehat.
Selain penyediaan akses internet, Menteri Kominfo mengatakan pemerintah juga terus melakukan peningkatan literasi digital dan penyiapan talenta digital untuk mendukung pemanfaatan teknologi di bidang kesehatan.
“Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, dan stakeholders terkait juga terus meningkatkan koordinasi dalam penyediaan aplikasi, platform, dan konten digital di sektor kesehatan,” jelasnya.
Ia pun berharap, dengan adanya dukungan teknologi baru dan talenta digital akan dapat mempercepat transformasi digital dan mendorong inovasi layanan kesehatan.
“Didukung dengan adopsi teknologi baru dan penyiapan talenta digital, kami juga memiliki visi bahwa transformasi digital dapat mendorong kreativitas dan inovasi baru di sektor kesehatan,” pungkasnya.
Lies Dina Liastuti, Direktur Utama RSCM mengatakan, globalisasi dan revolusi teknologi kesehatan abad ke-20 memacu rumah sakit di berbagai belahan dunia untuk mengembangkan inovasi layanan kesehatan. Di Indonesia sendiri, Telekonsultasi telah marak diperbincangkan dalam lima tahun terakhir. Teknologi ini memungkinkan pasien untuk melakukan konsultasi jarak jauh dengan dokter secara daring dalam proses penegakan diagnosis, maupun pertimbangan terhadap terapi. Tidak terbatas disana, telekonsultasi juga dapat dimanfaatkan oleh sesama dokter dalam mendiskusikan suatu kasus atau penyakit.

BACA JUGA :  Arzeti Bilbina SE, M.A.P Bersiteguh Perangi BPA.

Menkominfo Mengatakan Bahwa Penyediaan akses Internet Jadi Salah Satu Program Utama Roadmap Indonesia Digital 2024,Termasuk Fasilitas Layanan Kesehatan Yang Terintegrasi

Sejak adanya pandemi COVID-19, upaya percepatan implementasi Telekonsultasi mendapat dukungan dari berbagai pemangku kebijakan. Terbitnya Surat Edaran Menteri Kesehatan No. 303 Tahun 2020 dan Peraturan Konsil Kedokteran No. 74 Tahun 2020 menjadi pijakan bagi manajemen fasilitas pelayanan kesehatan untuk dapat fokus melakukan pengembangan layanan Telekonsultasi.
Sebagai Rumah Sakit Pusat Rujukan Nasional milik pemerintah, RSCM turut berpartisipasi sebagai aktor pendorong Telekonsultasi yang bermutu, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pasien. Sebagai pilot project Kementrian kesehatan untuk jadi Rumah Sakit Kelas Dunia (world class hospital), RSCM juga didukung Kementrian Komunikasi dan Informatika khususnya oleh BLU BAKTI, serta Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk berkolaborasi dalam percepatan implementasi Telekonsultasi untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Program Telekonsultasi ini sejalan dengan rencana strategis RSCM sebagai flagship hospital bangsa Indonesia dengan kualitas Internasional. TujuanTelekonsultasi ini ada 3 yaitu , pertama adalah sebagai upaya peningkatan akses masyarakat pada layanan kami secara aman, kedua adalah untuk meningkatkan produktifitas pelayanan dokter secara aman pula karena kami harus menjaga serta melindungi mereka khususnya sebagai asset Bangsa , dan produktifitas masyarakat yang terjaga kesehatannya di masa pandemic serta ketiga adalah meningkatkan kapasitas layanan kami baik in-hospital, pra-hospital dan post-hospital . Direksi dan manajemen kami secara konsisten bekerja untuk memastikan layanan mutakhir hadir di RSCM sehingga mendukung visi Presiden menuju Indonesia Sehat 2025”, ungkap
Lies Dina Liastuti, Direktur Utama RSCM.
Mudahnya masyarakat mengakses internet dengan variasi gadget yang dipunyai turut menjadi faktor pencetus lahirnya Telekonsultasi. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik, jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 196 juta. Angka ini sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah aplikasi dan pengunduh layanan Telekonsultasi di aplikasi smartphone.
Kendati demikian, Telekonsultasi harus disikapi dengan bijak dan penuh kehati-hatian. “Layanan ini seharusnya “berinduk” pada rumah sakit yang memiliki fasilitas pemeriksaan, perawatan, pengobatan, penegakan diagnosis, dan rekam medik yang terintegrasi. RSCM adalah suatu sarana yang memiliki berbagai kelengkapan tersebut dan sangat tepat bila merambah dunia Telemedicine. Kami bekerjasama dengan PT. Telekonsultasi Indonesia untuk perluasan cakupan layanan”, lanjut Sumariyono, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSCM.
Launching Layanan Telekonsultasi RSCM ini dirangkaikan dengan peringatan HUT 101 Tahun RSCM yang bertema “Embracing Our Next Century Through Improved Medical Services”. Menempuh kiprah di awal abad kedua, RSCM akan senantiasa berkontribusi dan berperan aktif dalam membantu Pemerintah dalam menyediakan pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan, sesuai visinya: “menolong, memberikan yang terbaik”.(Budi Nugraha/69)

BACA JUGA :  Film Calon Pengantin; Dalam, dan Mencerahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *