KPAI : SMPN 4 Kota Solo Sudah Sangat Siap Melakukan Pembelajaran Tatap Muka

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Dari pengawasan persiapan buka sekolah yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sejak 15 Juni sampai 19 November 2020. Secara umum, dari 48 sekolah yang didatangi, sebagian besar  belum siap. Namun, ada sejumlah sekolah di setiap jenjang yang KPAI nilai sudah sangat siap melakukan pembelajaran tatap muka, yaitu SMKN 11 Kota Bandung dan SMPN 4 Kota Solo.

Sedangkan sekolah yang siap tetapi masih memerlukan Protokol/SOP Adapatasi Kebiasaan Baru (AKB) adalah SMKN 1 Manonjaya kabupaten Tasikmalaya, SMKN 63 Jakarta Selatan, SMPN 1 Kota Magelang, SMPN 7 Kota Bogor, SDN Pekayon Jaya 06 Kota Bekasi dan SMPN 1 Kota Madiun.

SMKN 11 Kota Bandung memiliki nilai kesiapan yang tertinggi, keberhasilan sekolah ini menyiapkan adaptasi kebiasaan baru di satuan pendidikan karena peran Kepala Sekolahnya dan dukungan pendanaan dari Komite Sekolah.

“Sekolah ini tidak hanya siap secara infrastruktur, namun juga siap dengan Protokol Kesehatan/SOP yang lengkap, sudah disosialisasi dan diuji coba PTM dengan sepertiga siswa,” Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Jumat (20/11).

Bahkan belakangan KPAI mendapatkan informasi bahwa sekolah sudah membuat video sosialisasi Protokol/SOP AKB di sekolah.

Kemudian, SMPN 4 Kota Solo secara infrastruktur sangat siap, hanya 15 Protokol/SOP yang sudah dibuat sekolah ini masih perlu disempurnakan, namun tim Gugus Tugas Covid sekolah sangat kooperatif dan langsung menunjukkan keseriusan merevisi, bahkan tata letak ruang guru yang kurang tercipta jaga jarak segera diubah sore hari setelah KPAI pengawasan dan memberikan masukan.

“KPAI menilai kepala sekolah memiliki semangat dan keberanian mencoba PTM. Dukungan  pemerintah kota Solo juga sangat membantu persiapan buka sekolah,” terangnya.

BACA JUGA :  Jateng Siap Jadi “Pilot Project” Peningkatan Mutu Pendidikan

Selain itu, Pemkot Solo membiayai rapid tes untuk seluruh guru/karyawan dan 119 siswa yang mendapatkan persetujuan orangtua untuk mengikuti PTM. “Tidak hanya untuk SMP negeri, tetapi juga SMP swasta dan bahkan Madrasah Tsaniwiyah. Pemkot Solo juga membantu peserta didik yang tidak memiliki alat daring untuk mengikuti PJJ,” imbuhnya.

Selain Kota Solo, sejumlah daerah yang peduli pada persiapan buka sekolah sampai menganggarkan dukungan pembiayaan melalui APBD adalah Kota Yogjakarta untuk pembuatan wastafel sesuai  jumlah yang dibutuhkan sekolah pada seluruh sekolah negeri dan sekolah swasta di Kota Yogjakarta, dan Kota Madiun yang  menganggarkan APBD untuk untuk bantuan infrastruktur dan rapid test seluruh guru dan siswa. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *