Keberadaan Guru Honorer Memiliki Tugas dan Beban yang Relatif Sama dengan Guru ASN

Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim (SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Keberadaan guru honorer sangat membantu pelayanan pendidikan terhadap anak-anak didik, sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung. Menurut Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, keberadaan guru honorer sangat vital dan strategis saat ini, memiliki tugas dan beban yang relatif sama, bahkan terkadang lebih berat dibanding guru Aparatur Sipil Negara (ASN) tapi penghargaan yang sangat minim.

“Padahal mereka sama-sama berjuang demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat, di mana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan membuka lowongan calon guru sebanyak 1 juta guru pada 2021.

“Oleh karena itu, membuka lowongan guru honorer menjadi ASN merupakan impian yang selama ini mereka dambakan. Kebijakan ini salah satu strategi nasional untuk memenuhi kebutuhan guru kita secara nasional,” jelasnya.

Mengingat lima tahun ke depan sampai 2024, secara nasional kita memang kekurangan 1.312.799 juta guru. Tahun 2021 kita kekurangan 1.090.678 juta guru. Saat ini jumlah guru ASN di sekolah negeri yakni 1.236.112 juta orang dan guru bukan PNS alias honorer sebanyak 742.459 orang.

Untuk itu, P2G meminta kepada pemerintah pusat agar lowongan 1 juta guru tersebut tidak hanya untuk menempati posisi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) bagi guru honorer, tetapi juga kesempatan guru honorer untuk menjadi guru PNS.

Sebagaimana diketahui bahwa UU Aparatur Sipil Negara (ASN) No. 5 tahun 2014 membagi ASN menjadi dua yakni PNS pada umumnya dan P3K. Untuk PNS umum syarat maksimal usia calon pelamarnya adalah 35 tahun, sedangkan syarat P3K memberikan kesempatan bagi honorer yang berusia di atas 35 tahun.

BACA JUGA :  Kerja Sama Ditjen Dikti dan University of Waterloo untuk Dukung Percepatan 8 IKU

“Artinya kami mengharapkan agar tahun 2021 nanti, pemerintah pusat tetap membuka lowongan guru PNS umum kepada publik, tidak hanya lowongan P3K,” ungkapnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *