Bank BTN Respon Positif Tambahan Kuota Rumah Bersubsidi

TAK jelasnya kapan pandemi Covid-19 berakhir, dan belum ditemukannya vaksin yang memungkinkan masyarakat terlindungi dari virus yang mematikan tersebut, menggugah manajemen PT Bank Tabungan Megara (BTN) melakukan aksi peduli khusus untuk para wartawan dengan memberikan berbagai suplemen yang dapat menjaga imunitas tubuh dari kemungkinan terpapar Covid-19, seperti madu, vitamin, jahe, hand sanitizer, masker, dll.

Jakarta,Suara Merdeka.Com.- Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) dan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU-PPDPP) berencana akan menambah kuota perumahan bersubsidi. 

Kebijakan tersebut menjadi pertimbangan pemerintah mengingat tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). 

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, sebelumnya pemerintah menargetkan kuota penyaluran dana FLPP sepanjang tahun ini untuk 102.500 unit hunian. Tercatat hingga Rabu (18/11) dana FLPP telah disalurkan bagi 102.665 unit senilai Rp10,52 triliun atau sebanyak 100,16 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

“Sedangkan jika dilihat dari nilai Rupiah yang ditugaskan kepada PPDPP untuk menyalurkannya, maka sudah terserap sebesar 95,66 persen. Jadi, masih ada dana FLPP sebesar 4,34 persen dari Rp11 triliun yang diamanatkan pemerintah kepada kami,” jelasnya di Jakarta, Kamis (19/11). 

Dengan begitu, lanjutnya, PPDPP  optimistis di sisa tahun anggaran 2020 ini akan menyalurkan hingga 110.000-an unit atau secara tepatnya menurut perhitungan dana yang tersisa mencapai 107.600 unit rumah. 

Rencana tambahan kuota rumah bersubsidi ini mendapat respon positif dari Direktur PT Bank Tabungan Negara/BTN (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, untuk penyerapan kuota kredit pemilikan rumah (KPR) melalui skema FLPP. 

“Sebab, pertumbuhan di sektor perumahan akan mendorong naiknya pertumbuhan industri pendukung dan penyerapan tenaga kerja kembali,” tuturnya menanggapi rencana pemerintah tersebut. 
Dia mengakui, perseoan memang mengharapkan adanya tambahan kuota KPR subsidi, baik melalui skema FLPP, subsidi selisih bunga (SSB) maupun skema KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). 
“Karena kita sangat meyakini permintaan KPR subsidi pada tahun 2021 akan lebih tinggi dari 2020,” ujar Nixon ketika dihubungi  di tempat terpisah. 
Hungga kuartal III-2020, BTN berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp254,91 triliun. Dari angka tersebut, KPR masih mendominasi, yakni senilai Rp196,51 triliun atau naik 1,39 persen year on year (yoy) dari Rp193,8 triliun pada kuartal III-2019.
Dari total penyaluran KPR, porsi KPR subsidi mencapai Rp116,32 triliun atau lebih tinggi dibandingkan KPR non-subsidi yang sebesar Rp80,18 triliun.(bn/69)

BACA JUGA :  Swasta Tidak Bisa Melakukan Konsensi Tanpa Ijin Pemilik Lahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.




Enter Captcha Here :