Pastikan disalurkan secara Transparan, Kemendikbud Buatkan Rekening Baru untuk PTK Penerima BSU

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim (SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Guna memastikan bantuan disalurkan secara transparan dan akuntabel, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuatkan rekening baru untuk setiap pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) penerima bantuan subsidi upah (BSU) Kemendikbud.

“PTK dapat mengakses info GTK melalui laman info.gtk.kemdikbud.go.id atau Pangkalan Data Dikti, yakni pddikti.kemdikbud.go.id untuk menemukan informasi rekening bank masing-masing dan lokasi cabang bank pencairan bantuan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim.

Selanjutnya, PTK menyiapkan dokumen pencairan BSU sesuai informasi yang didapatkan, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika ada, surat keputusan penerima BSU yang dapat diunduh dari Info GTK dan PDDikti, serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang dapat diunduh dari Info GTK dan PDDikti, diberi materai, dan ditandatangani.

“Setelah dokumen tersebut lengkap, PTK dapat mendatangi bank penyalur untuk pencairan dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan dan menunjukkan ke petugas bank penyalur untuk diperiksa,” ujarnya.

Menanggapi mekanisme ini, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, M. Budi Jatmiko mengapresiasi. Ia berpendapat baiknya bantuan ini, langsung ditransfer ke rekening bank masing-masing dosen sehingga akuntabel.

Setelah melengkapi keseluruhan proses, PTK diberikan waktu mengaktifkan rekening dan mencairkan bantuan senilai 1,8 juta rupiah dipotong pajak hingga 30 Juni 2021.

“Dari awal masa jabatan, saya selalu menegaskan bahwa kami adalah Kemendikbud. Kebijakan-kebijakan Kemendikbud tidak hanya berpihak pada guru-guru sekolah negeri, tetapi juga mereka yang di sekolah swasta, termasuk para guru honorer,” tuturnya. (nya/69)

BACA JUGA :  GADAMER: Menggapai Kesepahaman Interkultural dalam Konteks Pendidikan Oleh: Cicilia Emita Mahasiswi Magister Teknologi Pendidikan  Universitas Pelita Harapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *