P2G Berharap Pemerintah Pusat Tetap Buka Lowongan Guru Honorer untuk Jadi PNS

Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim (SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) akan membuka lowongan calon guru sebanyak 1 juta guru pada 2021. Mengingat lima tahun ke depan sampai 2024, secara nasional kita memang kekurangan 1.312.799 juta guru.

Oleh karena itu, Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) meminta kepada pemerintah pusat agar lowongan 1 juta guru tersebut tidak hanya untuk menempati posisi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) bagi guru honorer, tetapi juga kesempatan guru honorer untuk menjadi guru pegawai negeri sipil (PNS).

Sebagaimana diketahui bahwa UU Aparatur Sipil Negara (ASN) No. 5 tahun 2014 membagi ASN menjadi dua yakni PNS pada umumnya dan P3K. Untuk PNS umum syarat maksimal usia calon pelamarnya adalah 35 tahun, sedangkan syarat P3K memberikan kesempatan bagi honorer yang berusia di atas 35 tahun.

“Artinya kami mengharapkan agar tahun 2021 nanti, pemerintah pusat tetap membuka lowongan guru PNS umum kepada publik, tidak hanya lowongan P3K,” ujar Koordinator Nasional Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim.

P2G juga meminta adanya perlakuan yang adil terhadap guru P3K. Sebab baik P3K maupun PNS mereka sama-sama kategori ASN, menurut UU ASN No. 5/2014.

“Guru P3K yang sudah lolos seleksi 2019 saja hingga akhir 2020 ini masih terkatung-katung nasibnya. Sampai sekarang belum ada NIP dan gaji yang tak kunjung cair. Walaupun Perpres Penggajian dan Tunjangan P3K sudah keluar melalui Perpres No. 98 tahun 2020,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjut dia, guru ASN yang seleksi tahun 2019 hingga sekarang sudah beres semua, sudah menerima NIP, sudah ditempatkan penugasan, sudah mengikuti pelatihan dasar sebagai ASN, bahkan sudah menerima gaji.

BACA JUGA :  Seskab Pramono Ajak Cintai Profesi Guru

“Nasib sebaliknya bagi guru P3K, khusunya yang berjumlah 34.954 guru P3K yang lolos tes 2019,” terangnya.

Terkait format rekrutmen guru P3K dan PNS, Satriwan mengungkapkan agar format rekrutmennya dibedakan dengan PNS atau P3K di luar guru. Dalam seleksi awal guru PNS/P3K nantinya, harus memasukkan varibel “passion/hasrat/minat” menjadi guru agar individu-individu yang lolos seleksi menjadi guru adalah benar-benar orang pilihan.

“Sangat naif rasanya jika seleksi CPNS guru disamakan bentuk tesnya dengan seleksi CPNS lain seperti tenaga kesehatan, penyuluh peetanian, petugas pertamanan, pustakawan, analis kebijakan. Secara filosofis bagi kami profesi hanya ada dua macam, yakni guru dan bukan guru,” pungkasnya.

Proses pembedaan seleksi dari awal ini akan memengaruhi kompetensi guru ke depan, sebab rendahnya kompetensi guru adalah masalah klasik dan utama yang belum dituntaskan hingga kini. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *