Masalah Perlindungan Nasabah Bank

Nugroho SBM. Sketsa: SM
Oleh Nugroho SBM

KASUS pembobolan dana nasabah bank kembali terjadi. Kali ini yang dbobol adalah dana milik Winda Lunardi, seorang atlet E-sport, di PT Maybank Indonesia Tbk senilai Rp 22 miliar. Kasus ini bukan yang pertama. Pada tahun 2011, kita masih ingat kasus pembobolan rekening bank di Citi Bank oleh seorang pegawainya yaitu Melinda Dee.

Dana yang dibobol milik nasabah sebesar Rp 40 miliar, hasil kejahatannya selama tahun 2007-2011. Kasus pembobolan dana nasabah bank akan menciptakan kekhawatiran dari dua belah pihak yaitu nasabah bank dan pihak perbankan sendiri. Nasabah khawatir kalau menyimpan dana di bank tidak aman sehingga mungkin berpikir mundur dengan menyimpan dananya di bawah bantalî kembali. Adapun bagi pihak perbankan sendiri khawatir akan kehilangan kepercayaan masyarakat dan akan kehilangan sumber dana dari para deposan.

Padahal fungsi utama bank adalah fungsi intermediasi yaitu menghimpun dana dari pihak yang surplus dana yaitu deposan kepada pihak yang membutuhkan atau defisit dana yaitu debitur. Jika sumber dana dari para deposan sulit didapat maka bisnis bank akan hancur.

Lalu apakah kasus Maybank kali ini akan berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat? Tampaknya tidak. Dulu ketika kasus Melinda Dee di Citibank, kepercayaan masyarakat terhadap Citibank pada khususnya dan perbankan pada umunya tidak terpengaruh.

Demikian juga pada kasus PT Maybank kali ini juga kepercayaan nasabah pada Maybank khususnya dan perbankan pada umumnya juga tidak terpengaruh. Pascalaporan Winda ke Bareskrim Polda metro Jaya (Kamis 5/11/2020), pada penutupan perdagangan Jumat (13/11/2020), harga saham Maybank naik 1,74 persen atau 4 poin menjadi Rp 234, setelah bergerak di kisaran Rp 226 – Rp 236. Total transaksinya Rp 1,37 miliar.

BACA JUGA :  Kalau Bukan R Soeprapto, Basrief Arief Adalah Bapak Kejaksaan RI

Kapitalisasi pasar (nilai saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia) saham Maybank sampai saat ini berjumlah Rp 17,81 triliun dengan price to earning ratio (PER) 12,15 kali. Dalam sebulan terakhir harga saham Maybank naik 4,46 persen, setelah bergerak di kisaran Rp 220 – Rp 238. Sepanjang 2020, harga saham Maybank juga meningkat 13,59 persen. Artinya, kasus raibnya dana nasabah belum berpengaruh signifikan terhadap saham Maybank Indonesia.

Mengapa kepercayaan masyarakat dan nasabah bank masih tetap tinggi di tengah kasus pembobolan dana nasabah bank? Faktor utamanya adalah pagar regulasi hukum yang memayungi bisnis perbankan cukup ketat atau dengan kata lain diterapkannya kehati-hatian dalam bisnis perbankan (prudential banking). Berbagai peraturan dan perundangan baik berupa Undang-undang (tentang BI, Perbankan, OJK, LPS, serta perlindungan konsumen), Peraturan BI dan OJK, serta adanya lembaga-lembaga otoritas keuangan yaitu OJK, BI, dan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) sudah ada dan secara ketat diterapkan sehingga bisa menjaga kepercayaan nasabah dan masyarakat terhadap perbankan.

Tanggung Jawab

Lalu bagaimana tanggung jawab Maybank serta otoritas keuangan terutama OJK dan LPS? Tentang tanggung jawab Maybank, kita bisa mengacu pada Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dikenal adanya model tanggung jawab product liability dan bukan strict liability. Artinya, mengacu pada UUPK bahwa ganti rugi hanya diberikan kepada nasabah jika ada kerugian nasabah yang disebabkan karena adanya kesalahan produk perbankan. Selama ini masyarakat dan nasabah menganggap bahwa tanggung jawab bank terhadap nasabah adalah strict liablity.

Artinya, jika masyarakat atau nasabah sudah menyerahkan dananya ke bank maka dana tersebut menjadi tanggung jawab penuh bank. Padahal yang benar adalah pertanggungjawaban bank sesuai dengan prinsip product liablity seperti dijelaskan sebelumnya.

BACA JUGA :  "Salus Populi Suprema Lex Esto"

Artinya, bank tidak bertanggung jawab atas terjadinya perbuatan kriminal yang menyangkut simpanan nasabah. Demikian pula BI dan OJK, menurut beberapa pengamat hukum perbankan, juga tidak relevan untuk campur tangan dalam kasus Maybank karena sudah masuk ke ranah pidana atau kriminal. LPS juga tidak bisa dituntut pertanggungjawabannya karena tanggung jawab LPS terhadap simpanan nasabah hanya dilakukan jika sebuah bank mengalami kebangkrutan. Namun, kita masih menungu hasil penyelidikan polisi dan iktikad baik OJK untuk memediasi antara Winda dengan Pihak Maybank untuk mengetahui persis duduk perkaranya. Apakah memang murni kriminal atau ada kesalahan penerapan prinsip product liability seperti diuraikan.

Juga kalau terbukti ini adalah kejahatan oknum di dalam bank maka ke depannya pengawasan dan seleksi pegawai bank oleh bank dan ororitas keuangan perlu diperketat.

Nasabah Bank

Untuk nasabah bank, beberapa pakar keuangan mengemukakan nasihat agar simpanannya di bank aman. Pertama, mengecek saldo rekening secara berkala.

Apakah rekening nasabah sesuai dengan jumlahnya dan apakah aktivitas penarikan, setoran, pengurangan, serta penambahan terhadap jumlah saldo sesuai atau tidak. Jika ada pengurangan atau penambahan yang mencurigakan atau tidak sesai dengan aktivitas yang dilakukan maka bisa segera lapor ke bank yang bersangkutan. Kedua, secara berkala bisa mengetes perbankan apakah masih membrikan pelayanan yang baik atau tidak. Misalnya, dengan menarik dana simpanan atau deposito kemudian disetor lagi atau coba transfer antarrekening bank yang dimiliki. Ketiga, melihat profil bank sebelum menyimpan dana.

Melihat profil bank sebelum menyimpan dana sangat penting. Bank besar, umurnya sudah lama, dan terpercaya (bonafid) sebenarnya sangat kecil akan mengalami masalah di kemudian hari. Juga perlu dilihat apakah bank tersebut anggota dari bank yang dijamin LPS ataukah tidak. Lebih aman menyimpan di bank yang menjadi anggota penjaminan LPS. Keempat, nasabah harus tahu seluk beluk produk perbankan yang ditawarkan.

BACA JUGA :  Novel Disorder; Akmal Membaik Dengan Sendirinya.

Apalagi sekarang banyak produk perbankan yang sifatnya hybrid atau banci yaitu menggabungkan sekaligus beberapa produk keuangan dan perbankan sekaligus misalnya antara asuransi dan tabungan. Nasabah harus tahu syarat dan ketentuan yang berlaku untuk produk-produk tersebut.(34)

— Dr Nugroho SBM MSi, dosen FEB Undip Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *