Tips Hemat Menikah Saat Pandemi Covid19 (2)

JAKARTA, Suara Merdeka.com: Pernikahan atau upacara pengikatan janji nikah dan peresmian ikatan perkawinan secara norma agama, hukum, dan sosial. Hanya saja pandemi Covid19 membuat pernikahan yang megah dan meriah sulit dilaksanakan lantaran adanya larangan berkumpul.

Pada sisi lain masa pandemi yang menimbulkan ketidakpastian ekonomi akhirnya membuat seseorang harus memprioritaskan pengeluaran yang bersifat kebutuhan ketimbang keinginan. Namun di sisi lain, risiko akan bengkaknya pengeluaran karena pesta pernikahan tentu ada, mengingat jasa vendor pernikahan tidaklah murah.

Lembaga riset Lifepal membagi tips untuk menggelar pernikahan di masa pandemi.

Kelima, bagi wanita, manfaatkan tes makeup untuk kebutuhan pre-wedding. Kebutuhan jasa makeup artist tentu menjadi hal yang sangat vital bagi setiap calon pengantin wanita. Tidak semua orang cocok dengan gaya atau produk yang ditawarkan oleh satu makeup artist, oleh karena itulah mereka kerap menawarkan tes makeup atau makeup trial ke calon pengantin wanita.

Agar Anda tidak merasa mubazir dengan penggunaan makeup mahal di wajah Anda di masa trial, maka jadwalkan saja pemotretan pre wedding setelah sesi makeup trial. Anda pun tidak perlu keluar biaya tambahan lagi saat prewedding berlangsung.

Keenam, hati-hati dengan upacara adat. Dorongan untuk menggunakan upacara adat di pesta pernikahan umumnya muncul dari keluarga, dan demi menghormati keluarga serta adat istiadat tanah kelahiran kita, maka kita memilih untuk menyelenggarakan upacara ini setelah akad. Namun patut diketahui, semakin banyak upacara adat yang diselenggarakan makin besar pula biaya yang dikeluarkan.

Tidak menutup kemungkinan, besaran biaya upacara adat hampir atau sama dengan biaya catering yang Anda pilih. Oleh karena itu, diskusikanlah hal ini dengan baik-baik ke pasangan dan keluarga pasangan.

BACA JUGA :  William Wongso Berbagi Tips Membawa Buah Tangan Masakan Indonesia ke Luar Negeri.

Ketujuh, ingat, Anda bisa menghemat catering di masa pandemi. Bukan rahasia lagi, catering bisa menjadi porsi pengeluaran terbesar dalam pesta pernikahan. Guna menghemat pengeluaran ini, Anda bisa mengalokasikan bujet catering maksimal 25% dari total anggaran biaya pernikahan. Rasio umum dalam pemesanan catering adalah 60% untuk buffet dan 40% untuk stall.

Di masa pandemi, jumlah tamu dalam pesta pernikahan umumnya hanya diperbolehkan sekitar 25% dari kapasitas gedung atau venue. Oleh karena itulah, menghemat catering tentu bisa dilakukan dengan baik.

Untuk mempermudah Anda mengatur jumlah catering, pastikan jumlah jumlah tamu undangan dengan menggunakan formulir kehadiran online. Setelah Anda mendapat estimasi kehadiran tamu, lakukan perhitungan sebagai berikut untuk menentukan jumlah porsi catering: Porsi makanan yang di pesan = (Total tamu x 2) x 80%

Anggap saja, di masa new normal Anda ingin mengundang 70 orang tamu. Maka dengan asumsi satu tamu membawa pasangan, maka secara hitungan kasar Anda harus menyediakan katering berjumlah, 70 x 2 = 140 porsi.

Namun mengingat ini adalah masa pandemi, potensi ketidakhadiran tamu pun akan tetap ada. Ketimbang mengeluarkan dana yang terlampau besar, maka kita bisa berharap hanya 80% dari total undangan yang akan hadir. Jika total undangan adalah 140, maka asumsi kehadiran adalah 112 orang. Maka porsi makanan yang Anda dipesan cukup 112 porsi saja.

Kedelapan, jangan lupa untuk meminta “bonus” ke setiap vendor. Jangan hanya meminta diskon ke vendor-vendor terkait, mintalah bonus ke vendor pernikahan yang Anda tuju sebelum menyepakati kerjasama.

Sebut saja, bila venue pernikahan Anda adalah hotel, maka mintalah compliment berupa kamar hotel untuk staycation bersama keluarga atau paket bulan madu. Untuk dekorasi, mintalah bonus berupa beberapa pernak-pernik untuk mempercantik pelaminan atau venue, untuk dokumentasi, mintalah bonus cetak foto, dan untuk catering, mintalah ekstra makanan untuk beberapa tamu.

BACA JUGA :  Mustika Ratu Ajak Masyarakat Wisata Sehat

Itulah tips yang bisa dilakukan saat menggelar pernikahan di masa pandemi. Pada intinya, tidak ada batasan yang ideal mengenai berapa besaran bujet pesta pernikahan, karena semua tergantung dari kemampuan finansial masing-masing.

Bila memang Anda, pasangan, dan keluarga pasangan setuju untuk menggelar prosesi di KUA, maka lakukanlah dan Anda bisa menghemat uang yang tidak sedikit.

Patut diingat, dalam sebuah pernikahan, masa setelah pesta-lah yang lebih penting. Jangan hanya karena pesta yang digelar beberapa jam, Anda harus kehilangan dana dalam jumlah besar dan sulit memenuhi tujuan-tujuan finansial Anda ke depan.(ap/bn/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *