Ikhtiar Normal Baru Angkasa Pura II Antisipasi Covid19


JAKARTA, Suara Merdeka.com: Pandemi Covid19 menghantam seluruh sektor industri termasuk industri transportasi, untuk itu diperlukan upaya nyata dalam menjalankan normal baru agar bisnis terus berjalan di tengah belum berlalunya pandemi Covid19.

PT Angkasa Pura II, salah satu BUMN yang bergerak di bidang transportasi yang mengelola sejumlah bandara bergerak cepat untuk mengantisipasi protokol kesehatan dalam pencegahan COVID-19. Sejumlah kebiasaan baru diterapkan dengan disiplin dan konsisten.

Hasilnya Bandara Soekarno-Hatta dinobatkan sebagai bandara pertama di Indonesia yang mendapat Airport Health Accereditation (AHA) dari Airport Council International (ACI) atas penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan COVID-19.

Di kawasan ASEAN tercatat hanya dua bandara yang meraih akreditasi dari ACI ini yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Changi di Singapura. Dengan sertifikat tersebut, Bandara Soekarno-Hatta pun kini menyandang status Green Star di dalam peta Airport Health Accreditation 2020.

ACI memberikan akreditasi ini setelah melihat program dan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di Bandara Soekarno-Hatta sejalan dengan panduan Aviation Business Restart and Recovery dari ACI, serta ICAO Council Aviation Recovery Task Force (CART) Recommendation.

Topik yang dievaluasi oleh ACI antara lain kebersihan dan disinfeksi, physical distancing di area yang memungkinkan, perlindungan terhadap staf, tata letak ruang, komunikasi kepada penumpang pesawat, dan fasilitas penumpang pesawat.

Evaluasi juga dilakukan terhadap keseluruhan area penumpang beserta prosesnya mencakup akses terminal, area check in, pemeriksaan keamanan, boarding gate, lounge, komersial, F&B, hingga perlengkapan seperti garbarata, eskalator dan elevator, area imigrasi beserta fasilitasnya, area pengambilang bagasi dan pintu keluar kedatangan.

Akreditasi ACI merupakan kesuksesan kedua Bandara Soekarno-Hatta setelah sebelumnya oleh Safe Travel Barometer sebagai bandara yang berhasil menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, dengan mendapat nilai Safe Travel Score hingga 4.09 (dari tertinggi 5).

BACA JUGA :  Gerakkan Bunda dan 1000 Anak PAUD di Yogyakarta, FOI dan FTP UGM Luncurkan Aksi Ikan Untuk Anak #IUAK

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan keberhasilan Bandara Soekarno-Hatta meraih Airport Health Accreditation ini tidak lepas dari dukungan regulator dan masyarakat luas.

Dia mengungkapkan kunci protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta adalah Biosafety dan Biosecurity Management. Biosecurity Management dijalankan untuk melindungi publik dari bahaya COVID-19, dengan program physical distancing, health screening, passenger touchless processing, facility cleanliness, people protection.

Sementara Biosafety Management untuk membuat lingkungan tetap sehat, dengan program biohazard precautions, environment screening, testing lab facilities, infrastructure sterilization dan public health assurance.

Optimistis di tengah pandemi

Keberhasilan meraih Airport Health Accreditation ini membuat Bandara Soekarno-Hatta semakin optimistis mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi traveler, pengunjung dan staf bandara.

“Safe Travel Campaign yang dicanangkan AP II bersama stakeholder sejak Juli 2020 menjadi semakin kuat, karena protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta telah beberapa kali mendapat pengakuan global termasuk kali ini dari ACI,” ujar Muhammad Awaluddin.

Upaya mengembangkan protokol kesehatan secara berkelanjutan dilakukan oleh PT Angkasa Pura II untuk selalu mewujudkan bandara yang aman, sehat dan higienis dengan fokus pada 3C yaitu Consistency (konsistensi), Confidence (meningkatkan kepercayaan publik) dan Collaboration (mempererat kolaborasi di antara stakeholder).

Keberhasilan meraih akreditasi dari ACI ini secara langsung juga meningkatkan optimisme PT Angkasa Pura II untuk selalu dapat memenuhi standar global dalam operasional dan berbagai prosedur lain termasuk aspek kesehatan.

Konsistensi menerapkan protokol kesehatan di era normal baru membuat jumlah penumpang pesawat di 19 bandara PT Angkasa Pura II (Persero) menembus angka psikologis baru di atas 30 juta orang.

Total kumulatif sepanjang tahun ini secara year-to-date atau pada 1 Januari – 7 November 2020, jumlah penumpang mencapai 30,04 juta orang. Seiring dengan itu, jumlah pergerakan pesawat tercatat 340.416 penerbangan dan angkutan kargo 561,27 juta kilogram.

BACA JUGA :  Unpad Mulai Vaksinasi Covid -19 Bagi Dosen BANDUNG, Suara

Angkasa Pura II mencatat pada dua bulan terakhir tahun ini, rute domestik diperkirakan semakin bergeliat dan rute internasional semakin bergairah. Salah satu pendorong meningkatnya penerbangan rute domestik adalah adanya hari libur panjang cuti bersama pada Desember.

Sementara itu, rute internasional akan semakin meningkat seiring dengan dibukanya penerbangan umrah serta Travel Corridor Arrangement (TCA) antara Indonesia dengan beberapa negara yakni Uni Emirat Arab, Korea Selatan, China, Singapura dan menyusul Jepang.(Algooth Poetranto/16)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *