Doni Munardo Bantah Dukung Acara Rizieq Shihab.

 

Doni Munardo. (SMJkt/Istimewa).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menjadi sorotan masyarakat Indonesia, setelah terjadinya kerumunan besar masyarakat di acara yang diselenggarakan ormas FPI, Rizieq Shihab di Petamburan – Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Perwira tinggi Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia (TNI AD) menjadi sorotan setelah lembaga yang dipimpinnya kini, yaitu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dituduh memberikan dukungan terhadap terselenggaranya acara itu.

Atas tuduhan itu, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke-27 ini menegaskan, apa yang dilakukan timnya di acara Rizieq Shihab bukanlah sebuah bentuk dukungan.

Letjen Doni Monardo mengatakan pemerintah DKI sejak awal tidak mengizinkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyelenggarakan acara pernikahan putrinya.

Doni Monardo juga menyatakan,
dia sama sekali tak peduli dengan acara itu, yang dipedulikannya adalah keselamatan nyawa rakyat Indonesia, yang hadir di tempat itu.

“Ini semata-mata demi memberikan perlindungan terbaik kepada bangsa kita. ‘Solus Populi Suprema Lex’, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” kata jenderal lulusan Akademi Militer 1985 itu.

Jenderal kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu Doni Monardo mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah menjatuhkan denda Rp. 50 juta pad Riziek Shihab.

“Pemerintah DKI tidak pernah mengizinkan. Gubernur DKI melalui Wali Kota Jakarta Pusat telah membuat surat,” kata Doni dalam konferensi pers, Minggu (15/11/ 2020).

Doni Monardo mengatakan surat tersebut bisa dilihat pada tim satgas yang diperoleh dari Pemda DKI. Ia pun mengajak semua pihak untuk membangun kesadaran kolektif dalam disiplin melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Anies telah mengambil langkah tegas dan terukur dalam menindak pelanggaran terkait kerumanan massa di tengah masih mewabahnya pandemi virus corona atau Covid-19, kata Doni Monardo

BACA JUGA :  Presiden Ajak Elemen Bangsa Bersama-sama Hadapi Tantangan di Tengah Pandemi

Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjatuhkan sanksi kepada Rizieq Shihab berupa denda sebesar Rp50 juta terkait acara yang digelar keluarga Rizieq Shihab itu dilakukan pada Sabtu (14/11/2020).

Akibat gelaran acara tersebut, menimbulkan kerumunan massa dalam jumlah besar, yang menurut klaim pihak penyelenggara, tamu yang datang mencapai 10.000 ribu orang.

Denda itu konon langsung dibayarkan secara tunai.

Doni mengingatkan denda pelanggaran protokol kesehatan itu akan semakin berlipat, jika Rizieq Shihab kembali mengulanginya.

“Denda ini merupakan yang tertinggi. Tapi, apabila di kemudian hari terulang lagi, menurut Gubernur Anies, denda tersebut akan dilipatgandakan menjadi Rp 100 juta,” kata Doni.

“Jangan karena dipaksa, karena adanya sanksi baru patuh. Tidak boleh. Menghadapi Covid-19 harus total, tanpa pamrih karena Covid-19 menyerang kita tidak ada jam kerja dan hari libur, kapan saja,” ujarnya.

Selain menjatuhkan denda kepada keluarga Rizieq Shihab, Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DKI Jakarta juga menindak pelanggar lainnya di acara yang digelar di kawasan Petamburan, Jakarta, itu.

Doni juga meminta masyarakat menghargai jerih payah tenaga kesehatan dan satgas yang sudah bertugas menangani Covid-19. “Kita semua butuh waktu untuk temu keluarga, tapi karena kasus makin banyak tidak mungkin kami mementingkan keluarga dibandingkan masyarakat,” kata dia.

Pemimpin FPI Rizieq Shihab menggelar acara nikah putrinya pada Sabtu, 14 November 2020. Acara nikah tersebut dihadiri sekitar 7.000 orang. Selain nikahan, markas besar FPI di Petamburan juga mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Bb-69).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *