Trio Godfather; Salut Untuk doctorSHARE.

Trio Godfather. (SMJkt/Bb).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com — Entah apa yang terjadi dengan hajatan Charity Live Streaming Dj & Famous Musician : Apresiasi Pahlawan Medis Bersama doctorSHARE, jika tanpa kehadiran Trio Godfather.

Mungkin bubar sebelum berjalan. Bagaimana mungkin wartawan resmi yang terundang langsung, dan diundang jauh-jauh hari oleh panitia, diperlakukan seperti pesakitan. Di sebuah konser amal, yang sejatinya sangat membutuhkan kehadiran wartawan sebagai penyambung warta kebaikan kepada masyarakat.

Tapi lupakan perlakuan sebagian panitia yang amatiran, tidak tahu adab, dan berfokus pada persoalan kemanusiaan. Sebagaimana yang ditunjukkan dr Lie A. Dharmawan, pendiri doctorSHARE, Rumah Sakit Apung (RSA). Yang menjadi episentrum konser bersama Trio Godfather; Fariz RM, Deddy Dukun dan Mus Mudjiono. Yang juga menjadi magnit utama konser amal.

Konser amal yang disiarkan secara
Live streaming dari D82, Cafe & Resto, Bintaro, Tangsel pada Sabtu (14/12/2020) malam itu, diadakan dan diinisiasi oleh Yayasan doctorSHARE, untuk membuat donasi.

Dengan harapan, via konser amal ini publik yang datang langsung ke acara konser, maupun menonton secara virtual, lalu berdonasi atas nama kemanusiaan. Atau secara tidak langsung mendukung tim medis yang sampai kini masih berjuang melawan pandemi Covid-19, atas nama kemanusiaan.

Oleh karenanya, konser digelar dengan standar kesehatan yang ketat.

Sebagai sebuah niat, konser ini luar biasa sekali. Karena dari mula, niatnya menjaga kemanusiaan. Dan sebagaimana kita maklumi bersama, persona yang gemar menjaga kemanusiaan, hidupnya akan dijaga oleh kehidupan. Dengan segala keajaibannya.

Simaklah kemuliaan dr.Lie, yang mengatakan, akan terus bergerak dan bekerja atas nama kemanusiaan, bukan yang lain, untuk terus mengoperasikan Rumah Sakit Apung-nya.

“Saya akan membuat proposal untuk membuat kapal (apung tetap beroperasi), terutama (untuk kebutuhan) BBM-nya. 1 mill laut membutuhkan berapa (banyak) BBM. 1 liter solar di Papua, harganya bisa mencapai angka 60-70 ribu. Syukurlah proyek ini tetap berjalan. Meski dengan kenekatan dan kegilaan,” kata dr Lie.

dr Lie yang sudah sepuh, tapi mentalnya seperti anak muda yang tidak pernah kehabisan tenaga itu, berharap, kerja kemanusiaan seperti ini, dapat dilakukan oleh siapapun, dan dimanapun.

BACA JUGA :  Arzeti Bilbina SE, M.A.P Bersiteguh Perangi BPA.

Maka tidak berlebihan jika Fariz RM,
mengatakan, keikutsertaan dirinya bersama dua rekan baiknya. Yaitu Deddy Dukun dan Mus Mujiono dalam konser ini, juga atas nama kemanusiaan.

“Bentuk kepedulian kami (kepada kemanusiaan), juga makin tingginya angka pandemi. Sekaligus respek kami kepada tenaga medis dan dokter, yang terus berjuang sampai kini, mereka adalah pahlawan sebenarnya. Garda depan di masa pandemi,” kata Fariz RM di atas panggung.

Karena alasan itulah, Trio Godfather, imbuh Fariz RM, dengan senang hati berkolaborasi dengan kalangan medis. “Dr. Lie adalah dokter panutan,” imbuh Fariz RM, sebelum membawakan secara medleys beberapa super single abadinya. Seperti Kurnia dan Pesona, Nada Kasih, Sakura dan Barcelona.

Trio Godfather. (SMJkt/Bb).

Fariz RM yang disapa guru besar Oleh Deddy Dukun, adalah penampil ketiga, dalam konser amal itu. “Fariz RM adalah guru besar saya. Yang ngajarin nyanyi saya, yang ngajak rekaman saya,” kata Deddy Dukun, yang sebelumnya, bersama Mus Mujiono, bergantian membawakan sejumlah single abadi mereka.

Seperti single Biru, yang dibawakan secara syahdu oleh Deddy Dukun.

Kemudian diteruskan dengan luar biasa oleh Mus Mujiono, dengan single Arti Kehidupan. Lalu berurut nomor karya 2D (Deddy Dukun dan Dian Pramana Poetra) berjudul Keraguan, dan Aku Ini Punya Siapa mengalun dengan mendapatkan sambutan sangat hangat dari penontonnya. Yang sebagian besar paruh baya.

Lalu suasana makin menjadi saat Mus Mujiono, yang masih sempurna permainan gitarnya, membawakan super single Tanda-Tandanya. Sebelum kepurnaan itu menyublim di lagu Melayang, dan Masih Ada, yang dinyanyikan dengan prima oleh Deddy Dukun.

Nah, momen yang ditunggu-tunggu datang juga. Saat Trio Godfather; Fariz RM, Deddy Dukun dan Mus Mudjiono berhimpun di atas panggung yang sama.

BACA JUGA :  Ketua Umum JPKL Kirimi Surat BPOM Ihwal Label Peringatan Konsumen.

Trio Godfather, yang sepenceritaan Deddy Dukun, namanya diberikan oleh Permata Belladona — Managing Director Fariz RM Management — membawakan sebuah nomor, yang menurut mereka, sangat cocok dan laras dengan kondisi saat ini.

“Lagu ini sesuai dengan kondisi saat ini. Karena bercerita tentang harapan di situasi yang tidak mudah seperti sekarang,” kata Fariz RM.

Deddy Dukun menambahkan, single fenomenal ini, ditulis almarhum Dodo Zakaria, dan dipopulerkan Oleh almarhum Uta Likumahua.

“Semoga menginspirasi, bahwasanya kita masih punya harapan,” imbuh Deddy Dukun sembari memperkenalkan ulang nomor, Esok Kan Masih Ada.

Begitu nomor sohor ini purna, spontan penonton yang kadung jatuh hati dengan Trio Godfather, meminta “jatah preman” lagu tambahan. “We want more,” pekik penonton berjamaah, terutama penonton emak-emak.  Maka, seketika, mengalunlah nomor riang dan jenaka, berjudul Bohong, ditulis Deddy Dukun bersama almarhum Dian PP.

Panjang umur dr Lie A. Dharmawan, panjang umur doctorSHARE, panjang umur Trio Godfather. (Benny Benke – 69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *