Teknologi Digital akan Bantu Museum Jalankan Layanan Menarik

(SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com -Pengajar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Windy Gambeta mengakui, teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI) dan augmented reality akan membantu museum menjalankan layanan menarik. Di kampus, lanjut dia, pada masa pandemi, semua dosen disuruh membuat video belajar dan diunggah ke YouTube.

“Dosen-dosen yang banyak pengikutnya, kontennya bisa dimonetisasi. Museum bisa membuat kanal YouTube. Pasti ada dana, tapi konten pameran bisa disimpan di YouTube dan bisa dikelola untuk pemasaran museum dan mendapat pemasukan,” tutur Windy mencontohkan.

Di sisi lain, Peneliti Ahli Muda, Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak), Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan), Irna Trilestari menyorot beberapa sajian virtual beberapa museum yang dinilainya masih kurang komunikatif dan ada distorsi.

“Pesan yang diinginkan tidak sampai. Maka museum harus bersinergi dengan semua stakeholders. Biasanya, pemangku kepentingan akan senang hati kalau museum membutuhkan mereka,” kata Irna.

Praktik baik museum yang proaktif dan memanfaatkan teknologi digital dilakukan oleh Museum Listrik dan Energi Baru. Koordinator Bidang Program Publik, Museum Listrik dan Energi Baru Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Adang Suryadana menyampaikan di Museum Listrik, pihaknya mempelajari apa saja yang relevan tentang listrik dari pelajaran di SD, SMP, dan SMA.

“Sehingga, kami menampilkan apa yang dipelajari dan dibutuhkan anak-anak di sekolah, dan kita desain menarik agar siswa antusias,” ujar Adang.

Adang menjelaskan, pihaknya melakukan promosi kepada kepala sekolah agar konten Museum Listrik disebarkan pada ponsel anak-anak. Selain itu, ia juga konten yang berguna dan menarik untuk guru seperti tips komunikasi dan membuat presentasi digital.

Di dalamnya ada lomba mewarnai juga sehingga orangtua menyambut baik kegiatan ini. “Ini namanya Museum Goes to School.  Dengan modal kamera dan kuota yang tidak terlalu mahal, sebenarnya museum bisa berkreasi untuk menarik minat,” jelasnya.

BACA JUGA :  260 Finalis Ikuti Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Sepakat dengan pernyataan sebelumnya, Kepala Museum Kebangkitan Nasional, Agus Nugroho mengatakan, ia juga telah memanfaatkan teknologi digital untuk virtual tour. “Ini diapresiasi masyarakat,” imbuhnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *