KSP : Kebaya Bisa Tunjukan Identitas Perempuan Indonesia

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko bersama Pendiri PBI, Tuti N Roosdiono, Rahmi Hidayati dan Lana T Koentjoro (SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyatakan dukungannya untuk penetapan Hari Berkebaya Nasional dan pendaftaran kebaya ke UNESCO sebagai budaya asal Indonesia yang akan diusulkan dalam Kongres Berkebaya Nasional pada 21-22 Desember 2020 mendatang.

“Saya sangat setuju dengan kedua usulan ini, karena kebaya memang bisa menunjukkan identitas perempuan Indonesia. Kebaya akan menjadi alat untuk menyatakan ini lah saya, inilah perempuan Indonesia,” kata Moeldoko beberapa waktu lalu.

Menurutnya, soal pelestarian kebaya juga sejalan dengan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Sebagai tindak lanjut, Moeldoko mengusulkan agar Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) mempersiapkan dokumen berisi sejarah kebaya yang akan dijadikan sebagai dasar penetapan Hari Berkebaya Nasional (HBN).

“Segera juga buat surat ke Presiden agar beliau bisa membuat keputusan dan mengumumkan tentang penetapan HBN ini,” ujarnya.

Ia mengingatkan perlunya menjelaskan ke generasi muda bahwa berkebaya itu sebenarnya simpel dan trendy. “Anak muda, perlu ditantang untuk melakukan sesuatu yang intinya aktualisasi diri, dalam hal ini adalah aktualisasi sebagai perempuan Indonesia,” tuturnya. (nya/69)

BACA JUGA :  Purbalingga dan Banjarnegara Jawara FFP 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *