Industri Otomotif Memiliki Mata Rantai pada Aspek Produk dan Pengembangan R&D

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam (SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Industri otomotif memiliki mata rantai yang sangat baik pada aspek produksi maupun pengembangan Research and Development (RnD). Ke depan, pemerintah perlu mendorong pengembangan Electric Vehicle (EV) atau biasa dikenal dengan kendaraan listrik.

Menurut, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemendikbud), Nizam menyampaikan bahwa hadirnya platform Kedaireka didorong atas dasar keprihatinan terhadap banyaknya reka cipta perguruan tinggi yang belum dapat terhilirisasi ke industri, serta sebaliknya industri yang lebih nyaman dengan beragam reka cipta yang datang dari luar negeri.

“Peluang terhadap pengembangan reka cipta dibidang teknologi seperti demikan, harus direspon dengan cepat sebelum diambil oleh pihak-pihak lain khususnya industri luar negeri,” ujar Nizam saat sebagai Keynote Speaker pada Webinar Industri Otomotif yang diselenggarakan oleh Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti, baru-baru ini.

Melalui kolaborasi RnD antara perguruan tinggi dan industri, maka kita dapat mengefisiensi biaya dan mampu mengoptimalkan peran serta sumber daya manusia (SDM) unggul perguruan tinggi baik dosen maupun mahasiswa.

“Dukungan pemerintah sangatlah penting, mengingat kemajuan perekonomian bangsa saat ini dan kedepannya sangat bergantung pada reka cipta,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi kepada industri dan para inventor yang telah menunjukkan kesungguhannya dalam mewujudkan kedaulatan teknologi dan reka cipta di Indonesia.

“Mari memulai langkah kecil bersama-sama dari sekarang, agar kita mampu membawa Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya. (nya/69)

BACA JUGA :  Pendidikan Jalan Keluar Paling Fundamental untuk Pengentasan Kemiskinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *