Warga Sambut Kehadiran BTS 4G di Desa Komodo

Rombongan Humas BAKTI Kominfo lakukan persiapan terakhir

KOMODO- Suara Merdeka JKT.Com- Warga Desa Komodo Kecamatan Komodo Kabupaten Komodo menyambut gembira kehadiran BTS di kampung Komodo yang menurut rencana akan diresmikan Kamis, (12/11) sore besok secara virtual oleh Menkominfo Johnny G Plate.

Adapun peresmian di tempat menurut rencana akan dihadiri langsung oleh Dirut BAKTI Kominfo Anang Latif dan jajaran, Wagub NTT Joseph Nae Soe, Bupati Kabupaten Manggarai Barat Agustinus Ch Dula serta Kadiskominfo Kabupaten Manggarai Barat.

Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif mengatakan program ini merupakan pemanfaatan BTS 4G bagi warga Desa Komodo dan sekitarnya di mana BTS 4G yang akan diresmikan ini merupakan satu dari 18 BTS 4G yang dibangun di Labuhan Bajo yang merupakan bagian dari proyek penunjang pembangunan destinasi superior.

“Dengan pembangunan BTS 4 G tersebut,diharapkan masyarakat Desa Komodo yang merupakan daerah tujuan wisata superior bisa menikmati jaringan internet berkecepatan tinggi,” papar dia.

Adanya jaringan internet yang optimal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat setempat baik yang berprofesi pedagang,pertanian dan nelayan.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa, pandemi Covid19 yang hadir secara mendadak di awal tahun 2020 memaksa seluruh individu lebih banyak beraktivitas dengan meminimalisasi pertemuan fisik secara langsung mendorong penggunaan internet dan mengubah pola kehidupan masyarakat Indonesia.

Riset terbaru dari layanan manajemen konten HootSuite dan agensi pemasaran media sosial We Are Social dalam laporan bertajuk “Digital 2020” mendapati pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 175,4 juta dengan penetrasi mencapai 64 persen.

Hampir seluruh pengguna internet di Indonesia menggunakan perangkat mobile untuk berinternet. Pengguna internet mobile di Indonesia tercatat mencapai 171 juta atau sebesar 98 persen dari total pengguna internet.

BACA JUGA :  Deklarasi Arsjad Rasjid Calon Ketum Kadin Banjir Dukungan

Aktifnya pengguna internet di Tanah Air membuat Indonesia sudah masuk ke 10 peringkat teratas pengguna internet paling besar secara global. Ini menjadi fakta menggembirakan bagi para pelaku industri digital dengan dukungan utamanya jaringan internet.

“Peningkatan penggunaan internet yang eksponensial berkorelasi langsung pada pertumbuhan industri digital yang semakin beragam antara lain: pasar daring (marketplace), jasa wisata dan perjalanan, transportasi publik, media massa digital offline maupun online hingga jasa kesehatan,” jelasnya.

Namun di sisi lain, lanjut dia, besarnya pengguna internet tidak koheren dengan ketersediaan jaringan internet yang merata. Sampai saat ini, mayoritas cakupan internet berada di area perkotaan. Hal ini membuat jutaan masyarakat Indonesia kesulitan mengakses internet karena terkendala infrastruktur meski dibandingkan dengan India dan China, secara teknis, harga data internet di Indonesia sebenarnya murah.

Kondisi ini tentu menyedihkan di masa internet telah berubah menjadi salah satu komponen primer masyarakat. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, seperti pekerjaan, internet telah berubah menjadi kebutuhan keluarga seperti untuk pendidikan, mencari informasi, hiburan hingga menjaga ikatan sosial.

Dengan kondisi seperti itu, lantas bagaimana solusinya untuk mengatasi kesenjangan penggunaan jaringan internet saat ini? Sejatinya solusi digital yang memberikan nilai tambah sudah banyak diciptakan di Indonesia.

“Untuk itu BAKTI memiliki program yang sudah berjalan. Dan untuk meminimalisir kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, BAKTI berusaha melakukan proses pengembangan jaringan yang akan selesai dalam waktu singkat,”tuturnya lagi.

Sambut Gembira

Kegembiraan serupa dinyatakan seorang perangkat desa yang di Provinsi NTT disebut operator Desa Ikhsa yang menyebutkan bahwa kehadiran BTS tersebut sangat menunjang aktivitas kehidupan masyarakat setempat.

Saat ini, lanjut Ikhsan, lulusan Sarjana Perikanan Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) jurusan perikanan ini terdapat sekitar 64 orang pengrajin ukiran khas Pulau Komodo seperti patung komodo dan aksesoris lainnya yang dalam memasarkan hasil kerajinannya dilakukan secara onlin.

BACA JUGA :  Kopiko Lucky Day Semarakkan UEFA EURO 2020.

“Saat ini masyarakat hanya mengandalkan lemparan jaringan dari tower milik operator swasta yang terletak di ujung pulau Komodo. itu pun hanya bisa diterima di dermaga, tapi kalau sudah pulang ke rumah masing2,” kata Ikhsan.

 

Menurut dia, Desa Komodo berpenduduk sekitar 500 KK dengan mata pencaharian kerajinan, nelayan, pertanian dan pariwisata.

“Mayoritas disini pengrajin Patung komodo, kemudian ada juga nelayan cumi,sebagian jadi pemandu wisata,dan sebagian lagi ada yang palawija atau pertanian dengan mencari madu,” jelas Ikhsan yang dia sendiri memiliki keramba cumi.

Lebih lanjut Ikhsan menjelaskan bahwa selama ini sejumlah pengrajin memasarkan kerajina via online dengan sasaran penjualan di Pulau Komodo dan kota Labuhan Bajo.

“Penjualan via online jelas membutuhka akses internet berkualitas bagus. Saat ini pembelian cukup ramai,biasanya kami kirim via ongkir di kota Labuhan Bajo. Dengan kehadiran BTS 4G yang canggih ini,masyarakat sangat terbantu sehingga diharapkan penjualan pun meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu,Fadly Amin yang mewakili Divisi Infrastruktur BTS Lastmile BAKTI menambahkan pembangunan BTS 4G ini memiliki kualitas layanan yang baik. “Ini merupakan layanan 4G yang memiliki kualitas yang baik,” kata dia.(bn/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *