Sebagian Besar Guru di Daerah Tertinggal Masih Terkendala Akses Modul

SMJkt

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Peneliti Madya Pusat Penelitian dan Kebijakan (Puslitjak), Badan Penelitian Pengembangan, dan Perbukuan (Balitbang dan Perbukuan), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kemendikbud, Meni Handayani menyebutkan bahwa para guru menilai positif dengan adanya modul-modul dari Kemendikbud. Tetapi angka ini cenderung turun di daerah tertinggal.

“Sebanyak 65 persen pengguna kurikulum darurat mengetahui modul belajar literasi dan numerasi. Namun, sebagian besar guru di daerah tertinggal masih terkendala mengakses modul,” ujar Meni pada Diskusi Tematik “Implementasi Modul Pembelajaran Literasi dan Numerasi Kurikulum Darurat” secara virtual di Jakarta.

Menyikapi temuan tersebut, Meni mengatakan perlunya menggiatkan sosialisasi kurikulum dan modul belajar di daerah tertinggal dengan melibatkan organsiasi lokal seperti LSM, mitra pembangunan, media lokal, dan kampus. Selain itu, penyaluran modul agar sampai ke guru-guru juga harus makin intensif, bisa diberikan lewat dinas pendidikan dan kepala sekolah.

Pada kesempatan yang sama, Guru SDN 2 Malinau Barat, Birrul Asrori menyampaikan bahwa Modul Belajar Literasi dan Numerasi yang dikeluarkan Kemendikbud sangat tepat karena alokasi waktunya sesuai dengan aturan gugus tugas dan sesuai jam belajar masa pandemi, yaitu empat jam saja.

“Kalau pakai buku Kurikulum 2013, itu untuk enam sampai tujuh jam belajar. Modulnya juga bisa dipakai sekaligus untuk BDR, jadi enak untuk digunakan,” ungkap Birrul Asrori.

Birrul juga mengapresiasi kurikulum darurat karena memberikan ruang gerak bagi guru. Di sisi lain, ia berharap para guru bisa mengadaptasi modul ini agar lebih menarik dan relevan bagi siswa dan orang tua.

“Karena yang wajib diajarkan hanya Kompetensi Dasar (KD) Esensial dan Prasyarat untuk naik ke kelas selanjutnya, kami jadi bisa fokus memilih KD mana yang akan kami perdalam,” tambahnya. (nya/69)

BACA JUGA :  Momentum Hari Guru Nasional, Mendikbud Sampaikan Rasa Terima Kasih kepada Guru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *