Kemendikbud Harus Beradaptasi dengan Cepat di Masa Pandemi

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam (SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing merupakan tugas utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun di tengah masa pandemi ini, Kemendikbud harus beradaptasi dengan cepat terutama untuk memulihkan kondisi pandemi sekaligus memastikan pembelajaran tetap berjalan.

Dalam upaya menangani pandemi, Kemendikbud telah mengeluarkan surat edaran untuk melakukan pembelajaran dari rumah bagi sekolah dan kampus yang diiringi pula dengan berbagai relaksasi.

“Memastikan kondisi para pelajar sehat dan selamat dan melakukan berbagai relaksasi, dengan langkah pertama adalah penggunaan dana BOS untuk berbagai kebutuhan sesuai dengan yang dibutuhkan di sekolah-sekolah,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kemendikbud, Nizam.

Langkah kedua, lanjut Nizam, adalah melakukan realokasi anggaran dengan menyediakan akses internet secara gratis dan kuota internet kepada lebih dari 35 juta mahasiswa, siswa, dan dosen yang sebelumnya menjadi tugas besar bagi berlangsungnya pembelajaran.

“Kemudian dibuat program Belajar dari Rumah di TVRI, penyediaan materi cetak pembelajaran yang siap diajarkan di lapangan,” pungkasnya.

Nizam menjelaskan Kemendikbud juga memberikan dukungan kepada mahasiswa dengan menyalurkan bantuan beasiswa senilai 1 triliun untuk 400.000 mahasiswa yang terdampak pandemi dari segi ekonomi dimana beasiswa ini di luar dari beasiswa yang telah berjalan sebelumnya seperti KIP Kuliah dan Bidikmisi.

Sementara itu, untuk program bantuan sebelumnya yaitu Program Indonesia Pintar (PIP) disalurkan bantuan kepada 18,1 juta siswa dan KIP Kuliah sebanyak 200.000 mahasiswa.

“Bantuan peralatan teknologi juga diberikan ke 23.077 sekolah yang berada di daerah pelosok dalam bentuk 114.730 unit laptop atau notebook serta tunjangan kepada 245.258 guru yang belum mendapat tunjangan sertifikasi guru, baik itu tunjangan profesi maupun tunjangan khusus,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kehadiran Teknologi dapat dijadikan Penguat dari Proses Pembelajaran

Selain itu, dilakukan pula transformasi guru dan tenaga kependidikan melalui program Pendidikan Guru Penggerak, Pendidikan Profesi Guru, dan penguatan pemanfaatan teknologi oleh para guru di lapangan. Kemudian diperkuat lagi dengan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) untuk mengakselerasi kewirausahaan.

Di sisi lain, Nizam menambahkan, turut dilakukan perubahan dari sisi kebudayaan melalui penyelenggaraan pertunjukkan kebudayaan daring yang melibatkan lebih dari 1.000 pekerja seni yang berlangsung selama sepekan.

Kemendikbud memberikan dukungan serta bantuan untuk 59.011 pelaku budaya, pekerja seni, maupun permuseuman yang terkena dampak pandemi melalui skema bantuan Apresiasi Pelaku Budaya (APB) terdampak Covid-19.

“Pada bulan Agustus kemarin sudah diselenggarakan juga pekan budaya dari masyarakat yang semuanya berbasis daring. Jadi ini adalah ekonomi baru yang lahir dari budaya daring ini.

Kemudian, lanjut Nizam, guru dilatih untuk adaptif melalui pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran daring. Di sisi lain, Ditjen Dikti juga menggalang para mahasiswa untuk mengajar siswa yang belum siap dengan teknologi melalui kunjungan belajar ke rumah.

“Ini dilakukan untuk memastikan pendidikan dasar tetap terselenggara untuk menciptakan SDM yang berkualitas,” tuturnya. (nya/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *