Sinergi dan Kolaborasi Triple Helix Kunci Utama Penguatan Inovasi

Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Ali Ghufron Mukti (SMJkt/Ist)

 

Surabaya, Suaramerdekajkt.com – Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN), Ali Ghufron Mukti menyampaikan bahwa Kemenristek/BRIN mendorong sinergi dan kolaborasi yang solid antar pemerintah, perguruan tinggi, dan industri atau triple helix demi mewujudkan ekonomi Indonesia berbasis inovasi.

“Sinergi dan kolaborasi triple helix merupakan kunci utama penguatan inovasi agar Indonesia mandiri secara ekonomi. Tentunya untuk menuju ke sana diperlukan ekosistem riset dan inovasi yang kuat,” ujar Ali Ghufron Mukti saat memberikan orasi ilmiah pada senat terbuka Dies Natalis ke-66 Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Senin (9/11).

Saat ini, lanjut Ghufron, Kemenristek/BRIN terus menjalin kolaborasi triple helix bersama perguruan tinggi dan industri dalam membangun sinergi, khususnya untuk pengembangan vaksin ‘Merah Putih. “Kita berupaya yang terbaik untuk melancarkan dan membantu proses suplai vaksin dalam negeri bersama pihak terkait,” tuturnya.

Universitas Airlangga sendiri tengah mengembangkan dua vaksin Covid-19, yakni Vaksin Merah Putih dan vaksin oral yang telah memasuki tahap ketiga dari keseluruhan tahapan pengembangan vaksin. Rektor UNAIR, Mohammad Nasih melaporkan kemajuan dari vaksin, obat COVID-19 dan reagen yang telah dihasilkan dari penelitian UNAIR.

“Kami ingin saat Dies Natalis UNAIR yang ke-66 ada sesuatu yang dirilis. Sebab kalau menunggu vaksin tersebut selesai dan digunakan, ya tahun depan. Prediksinya Maret atau April 2021 vaksin ini akan tuntas kalau semua berjalan dengan lancar,” kata Nasih.

Vaksin Merah Putih merupakan vaksin Covid- 19 yang dikembangkan bersama UNAIR beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia. Sedangkan vaksin oral, merupakan vaksi dikembangkan oleh Institute of Tropical Disease (ITD) UNAIR bekerja sama dengan London School of Hygiene and Tropical Medicine, Inggris. (nya/69)

BACA JUGA :  Dasbor IKU PTN Bantu Perguruan Tinggi Awasi Capaian IKU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *