Ini Dia Pantauan KPAI di Sejumlah SMK Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Semua Zona

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti saat melakukan pemantauan SMK yang sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka (SMJkt/Ist)

 

Jakarta, Suaramerdekajkt.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memperbolehkan sekolah menengah kejuruan (SMK) melakukan pembelajaran praktik secara tatap muka. Pembelajaran praktik secara tatap muka dapat dilakukan di semua zona, termasuk zona oranye dan merah. Namun bukan pembelajaran teori, hanya pembelajaran praktik dan cuma mata pelajaran produktif di bengkel dan laboratorium dengan protokol kesehatan/SOP yang ketat.

Menurut hasil pemantauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), beberapa wilayah sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SMK/SMA, meski baru tahap uji coba, diantaranya adalah di Banyuwangi, Jawa Timur sebanyak 14 sekolah, Kota Tegal uji coba dilakukan di SMAN 2, SMKN 2 dan SMA Pius kota Tegal.

Uji coba PTM juga dilakukan di kabupaten Wonosobo dan kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. SMK SMTI dan SMKN 2 Kota Yogyakarta juga sudah melakukan uji coba buka sekolah pada September 2020 lalu.

Terkait dengan pembelajaran tatap muka di sejumlah SMK, KPAI merekomendasikan catatan, yaitu pertama, untuk para siswa SMK yang membutuhkan praktik di bengkel atau laboratorium di sekolah bisa saja dilakukan pertemuan tatap muka (PTM), namun pihak sekolah harus mempersiapkan infrastruktur Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di satuan pendidikan, juga wajib memiliki Protokol Kesehatan/SOP AKB di satuan pendidikan.

“Dari hasil pengawasan KPAI di beberapa SMK menunjukkan bahwa SMK cenderung memiliki kesiapan AKB dibandingkan dengan SMP dan SD. Namun, justru saat ditempat praktik seperti bengkel dan laboratorium, KPAI menemukan banyak kelemahan dalam penyiapan infrastruktur seperti tempat cuci tangan, cairan disinfektan untuk membersihkan peralatan yang sudah digunakan,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Senin (9/11).

Selain itu, lanjut Retno, temuan KPAI juga menunjukan bahwa protokol/SOP penggunaan laboratorium/bengkel dan pergantian penggunaan belum dipersiapkan sekolah. “Kalaupun sudah, belum ditempel diruangan dan belum pula disosialisasikan kepada para peserta didik dan orangtuanya,” tukasnya.

BACA JUGA :  Kemendikbudristek Siapkan Rp270 Miliar untuk Kampus Merdeka Vokasi

Termasuk protokol/SOP siswa yang datang ke sekolah dengan kendaraan umum. Ia mengungkapkan hanya satu SMK yang KPAI nilai siap yaitu SMKN 11 Kota Bandung, Jawa Barat dari sekitar 12 SMK yang KPAI kunjungi secara langsung.

Kedua, Sebelum melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) praktik, sebaiknya, sekolah wajib melakukan simulasi PTM praktik dahulu, apakah protokol kesehatan/SOP tersedia dan dipatuhi oleh seluruh warga sekolah.

“Sekolah juga wajib membuat jadwal, sehingga setiap siswa akan memiliki kesempatan praktik setidaknya 2-3 minggu sekali, mengingat jumlah siswa harus dibatasi agar dapat dilakukan jaga jarak,” terangnya.

Ketiga, KPAI mendorong pemerintah daerah mewajibkan tes swab kepada seluruh guru SMK yang akan melalukan PTM dengan biaya ditanggung oleh pemerintah daerah. Keempat, SMK merupakan sekolah vokasi yang memang bidang keahliannya harus didukung oleh praktek, tidak bisa hanya teori.

Selama pandemik, saat kebijakan belajar dari rumah di mulai bulan Maret 2020, maka siswa SMK yang kelas X sudah naik ke kelas XI dan sebentar lagi mereka wajib Praktik Kerja Lapangan (PKL) di industri, hotel, bengkel, dan restaurant. PKL ini sudah pasti harus disertai kerja lapangan.

“Di masa pandemi bisa tetap dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan di tepat kerja atau di tempat siswa praktek. Biasanya, industri, hotel, restaurant, sudah memilili protokol kesehatan/SOP yang ketat,” tuturnya.

Selain itu, di masa pendemi juga tidak akan masuk setiap hari karena ada pembatasan jumlah pekerja sesuai aturan pemerintah. Kalau PKL atau magang masih aman di tempat kerja, hanya perlu hati-hati saat di perjalanan.

“Namun demikian, tetap diperlukan pengawasan ketat oleh pihak sekolah, untuk mengingatkan para peserta didiknya yang mengikuti PKL,” ungkapnya. (nya/69)

BACA JUGA :  KPAI Dukung PTM di Masa Pandemi, Inilah Syaratnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *