Kemnaker Rilis Satu Data Ketenagakerjaan.

Kemnaker merilis Satu Data Ketenagakerjaan (SDK). (SMJkt/Ist).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Demi mewujudkan ketersediaan data pemerintah yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis Satu Data Ketenagakerjaan (SDK) di ruang serbaguna Kemnaker, Jakarta. Via SDK, data akan makin mudah diakses dan dibagikan, serta dikelola secara bersama.

“Peluncuran ini merupakan tanda dimulainya implementasi satu data ketenagakerjaan di instansi pusat dan instansi daerah, ” ujar Menaker Ida Fauziyah dalam sambutannya di ruang serbaguna Kemnaker, Jakarta, Kamis (5/11/2020), sebagaimana rilis yang diterima Suaramerdekajkt.com.

Ida mengatakan SDK adalah kebijakan tata kelola pemerintah di sektor ketenagakerjaan untuk menghasilkan data ketenagakerjaan yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Serta mudah diakes dan dibagipakaikan antarinstansi pusat dan instansi daera, via pemenuhan standar data, metadata, interoperabilitas data dan menggunakan kode refernsi dan/atau data induk.

Melalui Permenaker Nomor 15 Tahun 20209 tentang satu data ketenagakerjaan yang baru saja disahkan dan diberlakukan, tata kelola data ketenagakerjaan, menurut dia, akan semakin disempurnakan.

Ida menjelaskan empat tujuan diberlakukannya SDK. Pertama, mewujudkan ketersediaan data ketenagakerjaan yang terstandar, akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan evaluasi, serta pengendalian pembangunan sektor ketenagakerjaan.

Ida Fauziah. (SMJkt/Ist).

Kedua, mendorong keterbukaan dan transparansi data ketenagakerjaan sehingga tercipta perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan sektor ketenagakerjaan yang berbasis pada data.

Ketiga, meningkatkan kualitas dan integritas data ketenagakerjaan dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor ketenagakerjaan.

Keempat, sebagai acuan pelaksanaan dan pedoman bagi instansi pusat dan instansi daerah. Dalam rangka penyelenggaraan tata kelola data ketenagakerjaan untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan sektor ketenagakerjaan dapat segera diimplementasikan.

Untuk mewujudkan empat tujuan SDK, imbuh Ida, diperlukan langkah strategis lebih lanjut.

BACA JUGA :  AirNav siap operasikan rute domestik berbasis satelit klaster Aceh-Jakarta

Antara lain sosialisasi kebijakan SDK terhadap pihak-pihak terkait, peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaksana kebijakan SDK. Dan penyusunan perangkat SDK sesuai prinsip satu data Indonesia. Misalnya daftar data, standar data, metadata dan lainnya.

Menaker berharap perangkat SDK seperti pengarah satu data ketenagakerjaan, kordinator forum satu data ketenagakerjaan, walidata dan produsen data dengan dukungan penuh dari forum satu data Indonesia. Dan pembina data statistik, segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengimplementasikan kebijakan SDK ini.

Peluncuran satu data ketengakerjaan dihadiri Sekjen Kemnaker, Anwar Sanusi; Kepala Barenbang, Bambang Satrio Lelono; Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani; Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan BAPPENAS, Taufik Hanafi; dan Pranata Komputer Ahli Utama BPS, Ari Nugraha. (Bb-69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *