Fadli Zon dan Mahfud MD Terlibat Perdebatan soal Habib Rizieq

Habib Rizieq Shihab. (Foto Antara)
JAKARTA, suaramerdekajkt.com– Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon terlibat perdebatan dengan Menkopolhukam Mahfud MD terkait rencana kepulangan Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) dari Arab Saudi ke Indonesia. 
Perdebatan itu tersaji di media sosial Twitter. Dikutip Suara Merdeka pada Sabtu (7/11) dari akun Twitter resmi Fadli Zon yang terverifikasi @fadlizon, mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut menyebut perlakuan pemerintah kepada HRS tidak adil. Ia membandingkan dengan masalah hukum yang dialami Reynhard Sinaga, pelaku sodomi asal Indonesia di Inggris yang telah diberi bantuan hukum.

“Reynhard di Inggris yg jelas2 super kriminal n memalukan Indonesia diberi bantuan hukum. Habib Rizieq Shihab (HRS) di Saudi Arabia malah dipojokkan pernyataan2 Menk

@mohmahfudmd n Dubes RI di Saudi. Sungguh tak adil n ironis. Selamat datang HRS ! #AhlanWaSahlanIBHRS
@Menlu_RI” demikian cuitan Fadli.
Melihat cuitan tersebut, Mahfud MD merasa perlu menjawabnya. Apalagi, cuitan Fadli banyak dikutip media. Mahfud sebenarnya ingin membantu, bahkan sudah mencoba mengontak sejumlah teman dekat HRS. Namun yang didapat Mahfud justru video sumpah bahwa HRS tak membutuhkan bantuan pemerintah.
“Pak Fadli Zon, awal2 saya jadi menkopolhukam sy sdh mencoba menghubungi teman2 yg dekat dgn Rizieq. Maksud sy akan membantu jika diperlukan. Tapi sy dikirimi video sumpah bhw dia tak mau bantuan pemerintah. Coba lihat ini. Bgmn kalau kita mau membantu tapi ditolak? Kok salah trs?” tulis Mahfud melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd.
“Konteksnya sbg pemerintah sy mau membantu tapi dijawab dgn video itu. Kalau kita mau bantu kan hrs punya dokumen dan tandatangan dia. Bagaimana kita mendapatkan itu sementara selain ada sumpah bgt dia tak melaporkan masalahnya ke KBRI. Dari mana kita bisa membantu tanpa dokumen?” lanjut Mahfud.
Melihat jawaban Mahfud, Fadli mengatakan bahwa kemungkinan saat itu ada kesalahpahaman teori dan praktiknya. Akhirnya, Fadli mengajak Mahfud yang kini sudah menjadi bagian pemerintah, untuk ikut menjemput kepulangan HRS.
“Baiklah @mohmahfudmd mungkin ada kesalahpahaman teori n praktiknya. Konteks bisa beda . Byk yg misterius waktu itu. Sy percaya P Mahfud mau bantu tp kan blm jd Menko. Kalau begitu bantulah kini dg narasi welcoming yg hangat sbg warga negara n ulama. Klu bisa ikut jemput. Salam.”
Rencananya, HRS akan pulang dari Arab Saudi pada 9 November 2020 malam hari. Habib Rizieq dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada 10 November. (red)
BACA JUGA :  Pilkada Medan, Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu Kompak Pakai Baju Putih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *