Antisipasi Banjir, Warga Diminta Bersihkan Saluran Air

Foto: Diskominfo Kendal

KENDAL – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaannya dalam menghadapi bencana alam. Mengingat intensitas curah hujan di Kabupaten Kendal yang meningkat akhir-akhir ini.

Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah Kabupaten Kendal Moh Toha pada apel siaga bencana di Alun-Alun Kota Kendal. Menurutnya, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran mitigasi bencana, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Warga juga harus mengantisipasi sejak dini terjadinya bencana alam, tentunya melakukan pengecekan di wilayah yang berpotensi bencana alam, seperti banjir dan longsor, termasuk membersihkan saluran air ,” jelasnya, dilansir laman Jatengprov, Sabtu (7/11).

Selain itu, Toha juga meminta agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan semua stakeholder untuk ikut meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan koordinasi antarinstansi, termasuk persiapan peralatan pendukung.

Terkait daerah yang menjadi rawan bencana pada musim penghujan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal Sigit Sulistyo mengatakan, daerah yang rawan bencana longsor, berada di kawasan dataran tinggi, di antaranya eks Kawedanan Sukorejo dan daerah Limbangan.

“Sedangkan daerah bawah, pasti kemungkinan banjir yang kerap terjadi apabila curah hujan tinggi. Terutama dareah Kendal Kota,” ujar Sigit.

Sementara itu, lanjutnya, data dari BPBD tentang kebencanaan pada 2020, sejak Januari hingga Rabu (4/11/2020), ada sebanyak 62 kejadian banjir, 24 kejadian tanah longsor, dan tujuh kejadian angin kencang atau puting beliung. Bencana ini terjadi di beberapa wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal.

Karenanya, Sigit berharap, masyarakat terus waspada terhadap kemungkinan bencana yang akan terjadi mendatang dan selalu menjaga lingkungan sekitar. (red)

BACA JUGA :  Pilkada Solo, Gibran dan Selvi Mencoblos di TPS 22 Manahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *