KNKES Nilai Merger Seluruh BPD Syariah Lebih Rumit

JAKARTA, Suara Merdeka: Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menilai ide merger seluruh Unit Usaha Syariah (UUS) milik Bank Pembangunan Daerah (BPD) relatif rumit sehingga pemerintah harus fokus mewujudkan merger tiga bank syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Kepada Suara Merdeka.com, Direktur Eksekutif KNEKS, Ventje Rahardjo Soedigno menuturkan kompleksitas merger UUS BPD cukup tinggi, sehingga proses penggabungan 14 UUS BPD perlu waktu. Terlebih banyak BPD yang dimiliki oleh beberapa Pemerintah Daerah.

“Sehingga untuk sementara, sebaiknya Pemerintah fokus untuk menyelesaikan merger tiga bank syariah Himbara. Bila operasional bank hasil merger sudah stabil, salah satu cara untuk tumbuh secara anorganik adalah dengan cara akuisisi,” tutur mantan Dirut BRI Syariah tersebut.

Ide merger seluruh UUS BPD Syariah yang digagas sejak 2016 kembali mencuat di tengah upaya finalisasi merger tiga bank syariah milih Himbara. Saat itu ide merger seluruh UUS BPD dilakukan demi memenuhi UU Perbankan Syariah no.21/2018 yang mengharuskan UUS untuk spin-off selambat-lambatnya 2023

Meski demikian, dia tidak memungkiri proses perubahan BPD konvensional menjadi BPD Syariah seperti Bank NTB dan Bank Aceh lebih sederhana dan secara laporang keuangan kedua bank secara signifikan membaik. Sehingga langkah tersebut akan diikuti BPD Riau dan BPD Sumbar.

Dalam tempat terpisah Pengajar Studi Ekonomi Islam dari Universitas Indonesia Banjaran Surya Indrastomo menilai merger bank syariah milik Himbara dapat meningkatkan daya saing keuangan syariah di era digital.

Dampak merger terhadap perkembangan ekonomi syariah juga diyakini positif, karena entitas baru yang lahir dari aksi korporasi ini akan memiliki modal besar untuk bergerak menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia bank syariah hasil merger memiliki potensi bagus karena akan mewarisi hal-hal baik dari tiga entitas yang terlibat. Hal ini membuat bank syariah hasil merger memiliki kekuatan komplit untuk memperbesar pangsa pasar keuangan syariah.

BACA JUGA :  Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Mahasiswa Kolaborasi dengan ADPMET

“Bank hasil merger akan mewarisi nilai-nilai baik dari ketiga entitas yang terlibat, yakni sistem kerja dan profesionalitas dari Bank Syariah Mandiri, kemampuan inovasi BNI Syariah, serta pemahaman kondisi lokal dan regional dari BRI Syariah. Integrasi ini membuat bank hasil merger memiliki fondasi kuat untuk beroperasi,” ujar Banjaran kepada wartawan, Rabu (4/11).

Dia menyebut, potensi pertumbuhan dan dampak positif muncul karena bank syariah hasil merger akan memiliki nilai aset dan sumber daya yang melimpah. Dengan keunggulan tersebut, entitas hasil merger bisa membuat market share industri keuangan syariah di Indonesia lebih besar dari saat ini.

Berdasarkan kalkulasi atas kinerja per Semester I/2020, total aset bank syariah hasil merger mencapai Rp 214,6 triliun dan modal intinya lebih dari Rp 20,4 triliun. Dengan nilai aset dan modal inti tersebut, bank syariah hasil merger akan masuk jajaran 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dan 10 besar dunia dari segi kapitalisasi pasar.

Bank syariah hasil merger akan berstatus sebagai perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham bank syariah hasil merger adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebesar 51,2 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 17,4 persen, DPLK BRI – Saham Syariah 2 persen, dan publik 4,4 persen.

“Bank hasil merger ini kalau berdasarkan perkiraan konservatif asetnya bisa mencapai Rp390 triliun, dan memiliki potensi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) hingga Rp355 triliun serta pembiayaan Rp272 triliun. Pertumbuhan yang ditawarkan entitas ini sangat menjanjikan untuk mendorong ekonomi syariah Indonesia, investasi, serta digitalisasi ekonomi,” ujarnya.

Banjaran menyebut, merger PT Bank BRISyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah ini menjadi suntikan efektif bagi upaya konsolidasi sektor keuangan syariah. Efisiensi akan tercipta dari merger, dan hal ini membuat entitas baru nanti bisa semakin lincah serta kompetitif dalam menjalani usaha.

BACA JUGA :  Target Sandiaga Uno, Kontribusi Sektor Parekraf Mencapai 12 Persen dari PDB

“Dalam jangka panjang, nilai yang diciptakan atas merger ini akan jauh lebih tinggi dari saat ini. Kondisi tersebut jelas menguntungkan baik bagi masyarakat, investor, serta pengusaha dan pelaku UMKM yang pasti akan semakin terbantu mendapat akses pembiayaan murah dari bank hasil merger,” ujarnya.

Terpisah, Peneliti Ekonomi Syariah dari Centre of Islamic Banking, Economics, and Finance (CIBEF) Fauziah Rizki Yuniarti menyebut merger yang tengah berjalan tidak akan berdampak negatif bagi pelaku industri keuangan atau perbankan syariah lain.

Ada dua alasan yang menjadi dasar argumen Fauziah. Pertama, merger bank syariah ditujukan bukan untuk meniadakan pelaku industri lain, namun justru demi meningkatkan daya saing dan penetrasi keuangan syariah.

“Kedua, riset menunjukkan nasabah eksisting bank syariah yang muslim relijius bukan swing customers. Mereka tidak mudah berpindah layanan ke bank lain hanya karena iming-iming rates yang lebih baik. Bank syariah hasil merger pasti tidak akan meniadakan sesama pemain industri keuangan syariah, tapi justru memperbesar ceruk pasar karena difokuskan mendapat nasabah baru dari kalangan masyarakat unbanked dan nasabah bank konvensional,” ujar Fauziah.

Dia juga berpendapat, penggabungan usaha tiga bank syariah milik negara akan menciptakan entitas baru dengan visi besar jika pembentukan identitas baru selama proses merger berjalan baik. Kehadiran bank bervisi besar ini baik untuk peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.

“Literasi keuangan ke depannya bisa dilakukan secara masif dengan sumber daya bank hasil merger. Ini menjadi langkah baik untuk lembaga keuangan syariah menjangkau para pemuka agama, ibu-ibu, pengusaha kecil di daerah agar memakai produk syariah,” tutupnya.(bn/69)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *