Status Liga 1 2020 Sebaiknya Dihentikan

 

SEMARANG – Status Shopee Liga 1 musim 2020 sebaiknya dihentikan dengan status force majeur, bukan ditunda. Dengan begitu, klub bisa memulai persiapan baru terkait kontrak
pemain.

Di sisi lain, banyak sekali event besar yang akan digelar Indonesia pada 2021 seperti Piala Dunia U-20 dan PON XX. Jika statusnya ditunda akan banyak kendala.

”Seharusnya PSSI lebih bijak menyelesaikan dan memberikan kepastian, serta memikirkan klub.
Lebih baik status kompetisi semua level 2020 dihentikan karena sudah masuk 2021 untuk memulai musim baru. Jika dipaksakan, kapan musim 2021 dimulai. Rasanya seperti dipaksakan sekali,” tutur General Manager PSIS Semarang Wahyu ”Liluk” Winarto di Semarang, Minggu (1/11).

Liluk menegaskan ditundanya kompetisi mengakibatkan klub mengalami kesulitan keuangan.
Sebab, selama menunggu kepastian kompetisi anggaran operasional tetap berjalan.

Ditambah, subsidi Rp 800 juta yang dijanjikan PT LIB belum cair. Pria yang juga Wakil Ketua
DPRD Kota Semarang itu menyebut penundaan kompetisi membuat klub tak mendapatkan pemasukan.

”Terus terang, kami belum bisa melangkah jauh yang signifikan karena ketidakjelasan kompetisi. Harus dipertegas dulu, tahun depan itu melanjutkan atau memulai kompetisi baru. PSSI selalu memberi angin segar, tapi pada kenyataannya tidak sesuai dengan komitmen,” tandas Liluk.

CEO PSIS Alamsyah ”Yoyok Sukawi” Satyanegara Sukawijaya mengaku legawa dengan surat keputusan PSSI No 2284/AGB/417/X-2020 yang menyebut kompetisi semua level ditunda hingga 2021.

Pihaknya sudah mengusulkan sejak awal agar kompetisi musim ini dihentikan total sehingga klub dan pemain bisa mengambil sikap.

”Sekarang lebih baik fokus dalam penanganan Covid-19 yang belum mereda hingga kini. Jika
tertangani, kompetisi akan lebih bagus lagi. Aman dan nyaman bagi semua pihak. Pemain, pelatih, ofisial, dan media lebih leluasa. Lalu penonton bisa menyaksikan langsung di stadion,” ungkap Yoyok.

BACA JUGA :  Liga 1 Akan Dimulai 20 Agustus

Anggota DPR RI itu meminta pemain, pelatih, dan ofisial Laskar Mahesa Jenar menjaga kondisi di kampung halaman masing-masing sehingga saat kembali kondisinya tetap terjaga.(H85)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *