Sembilan Desa di Cilacap Tergenang

SM/Dok

 

CILACAP – Bencana banjir di Kabupaten Cilacap, pada awal-awal musim hujan ini telah merendam sembilan desa di dua kecamatan. Pada sejumlah desa, banjir sudah terjadi sejak Senin (26/10) dan hingga Sabtu (31/10) kawasan tersebut air belum juga surut.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto mengatakan, kesembilan desa yang dilanda banjir tersebut, yakni Gentasari, Mujur Lor, Mujur, Kedawung, dan Desa Sikamuh, Kecamatan Kroya. Kemudian Desa Kedungbenda, Nusawungu, Banjareja, dan Klumprit, Kecamatan Nusawungu. “Hingga Sabtu (31/10-Red), rata-rata ketinggian banjir berkisar 20-60 sentimeter di permukaan tanah,” kata Tri Komara
Sidhy Wijayanto, Minggu (1/11).

Dia merinci, total warga terdampak banjir 1.420 KK, dengan jumlah 5.500 jiwa. Warga yang mengungsi sampai hari itu,sejumlah 201 KK, dengan jumlah 738 jiwa.

Sementara itu, pada Minggu (1/11), banjir di sejumlah wilayah sudah berangsur
surut. Sejumlah pengungsi sudah kembali ke rumah, karena hunian sudah bisa ditempati kembali.

Tri Komara merinci, dampak banjir nyaris tersisa di Desa Gentasari, Mujur dan Kedawung, Kecamatan Kroya. Banjir di Desa Gentasari masih berdampak pada 125 KK, dengan jumlah 250 jiwa. “Sebanyak 56 KK, 176 jiwa (masih-Red) mengungsi,” katanya.

Di Desa Kedawung, dampak banjir masih dialami 41 KK, 95 jiwa. Warga terdampak, sejauh ini mengungsi di rumah tetangga yang dirasa aman. Selanjutnya, banjir di Desa Mujur, lanjut dia masih berdampak pada 150 rumah.

Warga terdampak di sana, juga memilih mengungsi di rumah saudara atau tetangga. Adapun banjir di wilayah lain, saat ini sudah berangsur surut. “Di Desa Mujur Lor sudah tidak ada pengungsi. Untuk banjir di Desa Sikampuh, keseluruhan sudah surut. Di Kecamatan Nusawungu, Alhamdulillah banjir juga sudah surut,” kata dia. (tg)

BACA JUGA :  Banjir di Cilacap Meluas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *