Borobudur Writers Cultural Festival 2020, Berlangsung Secara Virtual.

BWCF 2020. (SMJkt/Ist).

JAKARTA, Suaramerdekajkt.ComBorobudur Writers Cultural Festival (BWCF) 2020 kembali bergulir dengan segala keterbatasan dan keberdayaannya. Menolak kalah dengan pagebluk yang gebukannya makin tak terpermaknai, penyelenggara BWCF bertekad akan terus memberikan sumbangsih pemikirannya bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Berikut pernyataan resmi Ketua Kurator BWCF 2020 Seno Joko Suyono;

Tahun ini tidak terelakkan BWCF (Borobudur Writers Cultural Festival) dilaksanakan secara daring. Situasi pandemi memaksa pelaksanaan BWCF ke-9 tidak bisa di Borobudur sebagaimana biasanya.

Banyak festival penulis tahun ini menunda acaranya. Kami mencoba tetap bertahan. Menggelar festival secara on line, namun bukan berarti mengurangi berbagai mata acara.

Seluruh program-program yang biasanya kami adakan di Borobudur tetap kami sajikan. Tema yang kami pilih untuk tahun ini: Bhūmiśodhana: Ekologi Dan Bencana Dalam Refleksi Kebudayaan Nusantara.

Berkaitan dengan tema itu kami menampilkan Pidato Kebudayaan, Launching Buku, Award Sang Hyang Kamahayanikan, Simposium (Webinar) Utama, Ceramah Umum, Bedah Relief, Workshop Meditasi dan Yoga sampai Temu Penerbit.

Khusus untuk seni pertunjukan kami menggelar acara tribute kepada dua seniman besar Indonesia yang wafat belum lama ini yaitu: tokoh meditasi gerak Suprapto Suryodarmo dan sastrawan Ajip Rosidi.

Penghormatan itu kami beri tajuk Amerta: Tribute to Suprapto Suryodarmo dan Jatiniskala: Tribute to Ajip Rosidi.

Salah satu penampilan kuat Suprapto Suryodarmo sebelum wafat Desember tahun lalu adalah di acara Ritual Api Homa Tantrayana oleh para Bhikku Tantrayana Taiwan yang diadakan BWCF di lapangan Kenari Borobudur, yang lokasinya hanya beberapa meter dari tubuh Candi Borobudur.

Prapto saat itu bersama Padepokan Tutup Ngisor Lereng Merapi dan beberapa musisi Bugis menampilkan karya berjudul: Umbul Donga Alang Alang Kumitir.

BACA JUGA :  Sony Music Entertainment Indonesia Rilis 'FloorInc' Gandeng Eka Winky Project feat. Sorenza Nuryanti.

Sementara Ajip Rosidi adalah sastrawan yang memiliki perhatian terhadap khazanah literasi klasik dan tasawuf Sunda.

Tema yang dekat dengan topik-
topik yang senantiasa dieskplorasi BWCF. Secara spesial dalam festival on line ini kami juga menyuguhkan webinar yang kami beri titel: Forum Call for Papers. Tahun ini bekerjasama dengan Direktorat Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan dan Penerbit Ombak dari Yogyakarta,

Kami menerbitkan buku berjudul: Menolak Wabah (Suara-suara dari Manuskrip, Relief, Khazanah Rempah dan Ritual Nusantara).

Buku ini terdiri dari dua volume
yang masing-masing tebalnya lebih dari 500 halaman. Buku ini tersusun dari kumpulan makalah para penulis yang mengirimkan artikelnya ke progam Call for Papers yang kami buat.

Webinar akan menampilkan tiga sesi diskusi dengan pemakalah-pemakalah yang kita pilih dari buku.

Seluruh materi acara BWCF 2020 ini bisa disaksikan melalui Youtube dan Zoom. Program-program seperti Pidato Kebudayaan, penghargaan tahunan kami Sang Hyang Kamahayanikan Award, Tribute to Suprapto Suryodarmo dan Ajip Rosidi kami siarkan melalui Youtube.

Sementara yang zoom maka diperlukan pendaftarannya lebih dahulu.

Mereka yang tertarik untuk mengikuti diskusi-diskusi bisa mengklik lebih dahulu link pendaftaran bit.ly Webinar_The9thBWCF2020
Setelah mengklik maka Anda akan menemukan berbagai mata acara. Silahkan menandai mana yang Anda ingin partisipasi. Lalu konfirmasi.

Buku Program on line ini yang covernya menampilkan patung karya Dolorosa Sinaga – yang dibuat khusus untuk acara ini merupakan panduan bagi Anda sekalian untuk memilih diskusi-diskusi dan ceramah mana yang ingin Anda ikuti.

Setiap webinar tentu saja daya tampungnya terbatas, hanya sekitar 300 an peserta. Meski dalam kondisi darurat dan serba terbatas kami berharap semoga yang kami sajikan bisa bermanfaat.

BACA JUGA :  BAZNAS Salurkan Bantuan Logistik untuk Pasien Isolasi Covid-19 di Jakarta

Selamat menikmati BWCF 2020 dari rumah masing-masing. (Benny Benke -69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *