Purbalingga dan Banjarnegara Jawara FFP 2020.

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com –Film “Daring” sutradara Barkah Hidayat Abdullah dari SMA Negeri Kejobong Purbalingga berhasil menyabet Film Fiksi Pelajar Terbaik di program kompetisi film pelajar Festival Film Purbalingga (FFP) 2020.

Untuk kategori Film Dokumenter Pelajar Terbaik diraih “Gerobag Gorengan” sutradara Erika Hartini dari SMK Darunnajah Banjarmangu Banjarnegara.

Pada penyelenggaraan FFP tahun ini ini menghasilkan Penghargaan Khusus Dewan Juri. Penghargaan itu diraih film fiksi pelajar berjudul “Blusukan” sutradara Alfian Sabri Ramadani dari SMA Negeri Bobotsari Purbalingga.

Malam penganugerahan FFP yang memasuki tahun ke-14 ini digelar di Bioskop Misbar Purbalingga yang terletak di komplek Usman Janatin Purbalingga City Park Purbalingga pada Sabtu, (31/10/2020) malam. FFP sendiri digelar selama sepekan.

“Senang sekali film kami jadi yang terbaik, karena ekskul film sebenarnya juga belum lama di sekolah kami. Namun mendapat dukungan kuat dari pihak sekolah, baik kepala sekolah maupun pihak guru,” ujar Barkah Hidayat Abdullah sutradara “Daring”.

Sutradara “Gerobag Gorengan” Erika Hartini mengungkapkan film yang ia sutradarai berkisah tentang kehidupan dirinya. “Saya sebagai pelajar sekaligus anak yang membantu ekonomi keluarga di tengah pandemi,” katanya.

Menurut salah satu dewan juri fiksi Bambang Kuntara Murti, film “Daring” mengambil sudut pandang yang personal, namun secara cermat bisa memberikan kritik sosial terhadap publik. “Film ini cukup kuat dalam menggunakan satu lokasi untuk menyampaikan pesan yang besar,” ungkap pegiat komunitas film asal Yogyakarta.

Abdul Aziz Rasjid, salah satu dewan juri dokumenter mengatakan, film “Gerobag Gorengan” mengangkat tema penting dalam kehidupan sosial kita, yaitu potret kehidupan masyarakat miskin dalam kondisi pandemi saat ini. “Kekuatan film ini terletak pada cerita, simbol, serta kesederhanaan dalam menyampaikan pesan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pendapatan Box Office China 2021 Tembus 20 Miliar Yuan.

FFP yang merupakan program tahunan CLC Purbalingga, tahun ini memberikan penghargaan Lintang Kemukus bagi seniman atau maestro seni tradisi kepada grup kesenian Krumpyung pimpinan Mbah Sulemi asal Desa Langgar, Kecamatan Kejobong, Purbalingga.

Penghargaan Lintang Kemukus modern diberikan kepada Heru Triarso, seorang musisi dari Kelurahan Purbalingga Lor, Kecamatan Purbalingga, Purbalingga.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana, SH, M.Si dalam pidatonya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Ir. Setiyadi, M.Si mengapresiasi para pegiat perfilman di Purbalingga yang ditengah Pandemi Covid-19 berhasil menyelenggarakan festival film.

“Ini satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang konsisten menggelar festival film selama 14 tahun yang penyelenggaranya sebuah komunitas masyarakat,” pungkasnya. (Bb-69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *