Cinta Wirawan; Belia dan Berbahaya.

Ajang Pencarian Bakat #DiRumahAjaChallenge2, Oleh Eventori.id

Jakarta, Suaramerdekajkt.com — Apa yang bisa diharapkan dari gadis belia berusia 14 yang masih yang duduk di bangku kelas 1 SMP bernama Cinta Wirawan?

Banyak! Meski masi preeteen, Cinta adalah salah satu dari tiga pemenang ajang Pencarian Bakat #DiRumahAjaChallenge2, yang digagas Eventori.id

Bersama Bonn dan Thalia, Cinta adalah pemenang dari lomba nyanyi virtual yang dihelat di masa pandemi. Yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia pada April sampai Mei lalu.

Ajang ini adalah cara platform kolaborasi industri hiburan Indonesia Eventori.id mengajak masyarakat untuk tetap berkreasi dan berdaya di masa pandemi. Hebatnya, ajang ini selain memberikan hadiah dalam jumlah nominal yang tidak sedikit, juga memberikan kesempatan produksi rekaman secara profesional bagi pemenangnya.

Dengan melibatkan nama-nama penting dalam industri rekaman Indonesia kiwari. Seperti nama komposer Denny Chasmala dan pelatih vokal Doddy Is (bassis Kahitna). Jadi, alih-alih meratapi gebukan pagebluk yang entah sampai kapan berakhir, Eventori.id menawarkan untuk menjadi berarti via ajang ini.

Hasilnya, voila (baca; ini dia) Cinta mendapatkan hadiah membawakan brand news single berjudul, “Sakit Bila Dipendam”. Single karya Denchas — sapaan Denny Chasmala — ini, malih rupa menjadi komposisi yang ngelangut, syahdu sekaligus pilu dan berkedalaman di bawah olahan suara Cinta, yang bahkan belum masuk usia remaja.

Bagaimana mungkin Cinta yang masih belia dan seolah tetiba menjadi “sangat berbahaya,” ini bertransformasi menjadi soloist putri yang nggegirisi?

Karena bakat luar biasa yang dimiliki Cinta, didukung orang-orang luar biasa yang menggagas ajang ini dari Eventori.id.

Sebagaimana dikatakan Bedi Gunawan, eksekuti produser Eventori.id yang pagi-pagi sekali sudah meyakini Cinta Wirawan, akan menjadi talent besar ke depan. “Oleh karenanya Eventori telah menyiapkan berbagai platform di sosial media untuk mendorong kesuksesannya,” kata Bedi Gunawan dalam press conference virtual pada Jumat (30/10/2020).

BACA JUGA :  Sony Music Entertainment Indonesia Rilis 'FloorInc' Gandeng Eka Winky Project feat. Sorenza Nuryanti.

Hal senada dikatakan Wahyu Ramadhan, Chief Operating Officer (COO)  Eventori.id. Menurut dia, single “Sakit Bila Dipendam,” merupakan bagian dari ikhtiar melanjutkan dan terus melangkah untuk terus berkarya di tengah pandemi. Melalui digital activation. Apalagi sekeyakinan Iyus, — demikian Wahyu Ramadhan biasa disapa — Cinta mempunyai kualitas suara yang luar biasa, meski masih belia.

Ditambah lagi, imbuh Iyus, lagu gubahan Denchas — panggilan Denny Chasmala– ini, diterjemahkan dengan pas, presisi dan laras oleh Cinta.

Hal senada dikatakan Denchas. Menurut Denchas dengan modal vokal Cinta yang natural dan timbre [warna suara] yang lembut untuk anak seusia Cinta, Denchas mengaku menemukan vokal Cinta yang sangat musikal.

“Cinta punya teknik vokal yang alami. Jadi saya enggak susah-susah amat mengarahkan vokal Cinta dalam proses rekaman lagu ini. Saya puas dengan hasilnya,” kata Denchas sebagaimana diceritakan Iyus.

Lebih lanjut Denchas menerangkan lagu “Sakit Bila Dipendam” bernarasi tentang perasaan manusia yang kadang cuma butuh melepaskan unek-unek. Atau Katarsis, yang sejatinya berupa pelampiasan emosi yang justru sangat baik untuk kesehatan mental. Justru kalau tidak diungkapkan atau
dipendam malah jadi penyakit. Yang memakan diri sendiri.

Hebatnya, meski Cinta masih sangat belia, Denchas menimbang, Cinta mampu menghayati isi lirik lagu ini dengan baik dan ‘dapet sekali feel-nya‘ saat rekaman. “Itu surprise buat saya dan tim Eventori yang nungguin saat rekaman,” kata Denchas.

Catatan mengajarkan, ada lima komponen dasar bernyanyi yang benar. Yaitu penguasaan nada, pernapasan, ritme, diksi, dan suara. Semua komponen ini dapat dibagi lagi, dan ada banyak hal yang harus dipertimbangkan jika seseorang ingin menjadi penyanyi yang baik. Hebatnya. Semua Itu dimiliki Cinta.

Denchas ingin mengatakan Cinta mempunyai modal kuat untuk membuat suara menjadi bagus. Yaitu mampu mengontrol suaranya.

BACA JUGA :  Album Evolusi Logika Tremor; Memuliakan Thrash Metal.

Karena, sebagaimana kita maklumi.
Salah satu faktor yang paling mencolok dalam menentukan apakah seseorang menjadi penyanyi yang baik atau tidak, adalah kemampuan mengontrol suaranya.

Selain tentu saja, beberapa faktor teknis lainnya, seperti penguasan pada nada yang baik, pengucapan yang jelas (Clear Enunciation) , konsistensi, frasa musikal dan ini yang penting; dukungan dari orang-orang terdekat.

Semua faktor itu, naga-naganya dimiliki semua oleh Cinta. Paket kompletlah.

Segendang sepenarian dengan Iyus dan Denchas, Bedi Gunawan juga mengatakan hal yang sama.

“Kali pertama saya dengar suara Cinta, unik sekali. Dengan range vokal yang tinggi. Bahkan saat mengambil nada tinggi, mudah sekali dialakukan. Selain Itu nilai tambah Cinta adalah mempunyai digital assets yang bagus sekali. Cinta pernah menang di salah satu ajang menyanyi di Philippines. Cinta adalah salah satu yang terbaik,” katanya.

Selain itu, ditambahkan Iyus, proses eksplorasi Cinta masih sangat panjang sekali.  “Karena usianya masih belia. Itu yang sangat penting sekali. Masih belia tapi udah keren. Seharusnya akan menjadi masa depan Indonesia”.

Cinta, si empunya nama yang mengaku mendapat dukungan sangat besar dari kedua orang tuanya, khususnya ayahnya, hanya berharap kecil. “Semoga everything goes well,” katanya.

Meski sepengakuannya, dia sebenarnya tidak tertarik terlibat di even kompetisi, atau lomba menyanyi. Tapi lebih tertarik di platform sosial media, karena public mass intentions-nya lebih besar.

“I think it was last minute. Dipaksa Mama (untuk ikut lomba),  tapi malah menang,” katanya ihwal Ajang Pencarian Bakat #DiRumahAjaChallenge2.

Cinta bercerita, dia mulai menggemari kazanah menyanyi pada usia tiga tahun. Menembangkan lagu anak-anak. Sebelum kemudian mengikuti berbagai lomba menyanyi dan acap kali menang. “Dari situ mulai nyanyi (serius),” katanya.

BACA JUGA :  Tono Supartono Datang Sang Bidadari Menjelang.

Lalu bagaimana dia bisa menyelami lagu “Sakit Bila Dipendam” yang secara lirikal masih beyond secara psikologis dari usianya? Gampang saja. Karena menurut dia, lirik lagunya secara esensial tidak melulu berkisah tentang hubungan percintaan. “Tapi juga persahabatan.  Jadi universal. Saya hanya merasakan feel-nya dari orang-orang terdekat saya,” kata Cinta, yang tampak jauh lebih dewasa dari usianya. Tipikal anak-anak sekarng.

Bedi Gunawan yang mengaku sangat eksited menemukan bakat luar biasa seperti Cinta. Juga telah merencanakan dan melakukan berbagai langkah jitu untuk mempopulerkan dan memonetize anak asuhnya itu.

Seperti mendorong sumber daya digital platform yang dimilikinya. Selain menyiapkan advertising dan influencer-nya. Atau dalam bahasa Iyus, Eventori.id sangat tidak main-main “menjual” Cinta.

Meski sepengakuannya, Eventori.id adalah pemain baru dalam industri rekaman di Tanah Air, “Tapi kami orang lama. Itu Bedi aja udah 35 tahun nanganin Kahitna. Jadi, kami adalah orang-orang lama yang mencoba ikut membangun musik Indonesia. Kami akan terus mencari Cinta-Cinta yang lain,” katanya.

Akankah Cinta, yang dalam amatan Denchas dalam lima tahun ke depan suaranya makin menyempurna itu, benar-benar akan sebesar sejumlah nama, seperti Krisdayanti, Reza Artamevia, atau Dewi Sandra. Yang juga pernah “divermak” Denchas pada sebuah masa? Waktu akan menguji dan membuktikan. Panjang umur perjuangan nak Cinta. (Benny Benke — 69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *