Mendikbud : Asesmen Nasional Upaya untuk Setarakan Akses Pendidikan ke Semua Orang

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Di masa awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, salah satu kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah dengan meniadakan ujian nasional dan ujian sekolah serta menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN). Selain untuk mencegah penyebaran Covid-19, pembatalan ujian nasional dilakukan karena tak lagi relevan untuk mengevaluasi kinerja sekolah.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, sudah waktunya standar evaluasi pendidikan merujuk pada standar global. Mendikbud mengatakan Asesmen Nasional justru merupakan upaya untuk menyetarakan akses pendidikan kepada semua orang. Lantaran siswa tidak akan dinilai secara individual berdasarkan capaian pendidikannya.

“Asesmen Nasional digunakan untuk evaluasi kinerja sekolah, memberi umpan balik untuk guru dan sekolah bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas, bukan untuk sistem seleksi anak masuk negeri dan swasta,” ujarnya.

Terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler, di awal tahun 2020, Mendikbud bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengubah skema penyaluran dana BOS reguler agar diterima langsung oleh kepala sekolah.

Hal ini dilakukan untuk memangkas birokrasi penyaluran anggaran yang kerap kali berujung telatnya penerima dana BOS hingga berbulan-bulan.

“Bahkan, selama pandemi, mekanisme pemakaian dana BOS juga direlaksasi. Sekolah dapat menggunakan anggaran secara bebas tanpa ada restriksi yang sebelumnya diatur pemerintah,” terangnya.

Khusus mengenai dana BOS untuk sekolah di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), Kemendikbud akan memperbesar alokasi anggarannya mulai tahun 2021 di mana per anak akan menerima dana BOS.

“Ini dilakukan sebagai upaya keberpihakan kepada sekolah di wilayah-wilayah terpencil, sehingga siswa di daerah 3T dan sekolah kecil di pulau-pulau daerah terluar akan mendapatkan dana BOS yang diupayakan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tuturnya. (nya)

BACA JUGA :  Sentral Pusat dari Kurikulum dan Pengajaran Harus Berfokus pada Industri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *