Warung Riko; Harga Kaki Lima, Lokasi Bintang Lima.

BANYUWANGI, Suaramerdekajkt.com — Inti dari penjualan dan berjualan adalah membantu klien, kostumer atau calon pembeli mengambil keputusan pembelian yang benar untuk mereka. Itulah nilai moral tertinggi dari hakekat berniaga.

Dengan menempatkan kostumer sebagai raja yang sebenarnya, perniagaan bukan semata menjadi berkah. Tapi berkelanjutan, karena menyenangkan dan mendatangkan manfaat. Baik moral maupun ekonomikal.

Hal itulah yang mendasari Warung Riko; yang mengusung tagline “Harga Kaki Lima, Lokasi Bintang Lima”, menjalankan roda bisnisnya.

Warung yang menyasar konsumen keluarga, dan baru saja melakukan soft opening bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda 2020, itu berlokasi di jalan dr. Soetomo, Nomor 7 Banyuwangi. Atau sepelemparan Batu dengan taman Blambangan dan pusat perbelanjaan Roxy di pusat Kota Banyuwangi.

Warung Riko yang dikelola kakak beradik Abel Poetra Abdy dan Nigel Philo Abdy, dan rekan mereka itu, menjalankan “5 Prinsip Penjualan yang Tidak Terbantahkan”.

Yaitu konsumen hanya membeli produk dan layanan yang menguntungkan mereka. Nilai datang dengan harga yang Adil. Kredibilitas bergantung pada dua faktor, kepercayaan dan keahlian.
Hadiah paling berharga yang Anda tawarkan adalah diri Anda sendiri. Serta menetapkan prinsip hubungan memberi dan memberi.

Abel menjelaskan,”Warung Riko
menyasar konsumen usia berapa saja yang ingin menikmati waktu bersama keluarga, atau teman dengan ditemani suasana simple namun elegant,” katanya dalam soft opening Warung Riki di Banyuwangi, Rabu (28/10/2020) malam.

Dengan sistem pencahayaan yang tertata dan artistik, Warung Riko membelanjakan iklan mereka dengan biaya promosi yang sewajarnya di sosmed dan iklan-iklan lokal.

 

“Yang pasti kami mengusung semangaylt ‘Harga yang ditawarkan kaki lima dengan lokasi bintang 5,” imbuh Abel.

Abel menambahkan, mengapa dia mau jauh-jauh berbisnis di Banyuwangi. Kota Indah di ujung Selatan Pulau Jawa. Meninggalkan gemerlap Jakarta.

BACA JUGA :  Sambut Lebaran Beli Mobil Suzuki Bisa Langsung Bawa Pulang Emas Hingga Sepeda Motor

“Karena Banyuwangi masih lahan mentah untuk memulai usaha hospitality. Dengan adanya pandemi memang terdapat kendala soal protokol kesehatan yang harus diikuti, tetapi demand masyarakat tetap tinggi pada tempat nongkrong baru,” kata Abel.

Ditambah, lokasi kota Banyuwangi yang strategis dan memiliki potensi pariwisata yang kuat. Dengan even tahunan yang banyak sekali.

Bukti bahwa tempat baru cenderung dicari kostumer baru terjadi pada Warung Riko.

“Masyarakat sudah banyak yang mencari tahu Warung Riko. Dari mulai pengendara lewat hingga kerabat dan keluarga staff di sini. Masyarakat Banyuwangi cenderung penasaran dan mendukung adanya tempat nongkrong baru, terutama dengan harga bersahabat, tapi kualitasnya OK,” terang Abel, yang sedang merancang dan mematangkan Grand Opening Warung Riko. Yang akan mengundang sejumlah pejabat terkait. (Benny Benke-69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *