Tanpa Penonton, Serie A Rugi Besar

ROMA- Presiden Serie A Paolo Dal Pino telah memperingatkan pemerintah setempat bahwa sepakbola Italia “hampir kolaps” menyusul protokol terbaru berkaitan dengan virus corona (Covid-19), yang sekali lagi melarang suporter untuk datang ke stadion.

Setidaknya 1.000 suporter sempat diizinkan masuk ke stadion di pertandingan Serie A dalam beberapa pekan terakhir sejak pembatasan sosial dilonggarkan pada September kemarin.

Namun, menyusul peningkatan kasus, perdana menteri Italia Giuseppe Conte telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat guna mencegah virus terus meluas.

Bar dan restoran sekarang harus tutup pukul 6 sore setiap harinya, sementara pusat olahraga dan gym akan ditutup hingga 24 November mendatang.

Olahraga profesional tetap diizinkan untuk dilanjutkan tetapi sekarang harus berlangsung secara tertutup, yang berarti pertandingan Serie A pada Senin malam waktu setempat antara AC Milan dan Roma dilangsungkan di stadion San Siro yang kosong, sedangkan pertandingan Liga Champions antara Juventus dan Barcelona pada Kamis (29/10) dini hari WIB lusa juga akan dimainkan tanpa penonton.

Dal Pino memahami perlunya menjaga kesehatan masyarakat tetapi mempertanyakan pembatasan terbaru tersebut dan bertanya-tanya apakah pemerintah telah mempertimbangkan kerusakan yang ditimbulkan terhadap industri sepak bola.

Dia juga meminta pemerintah untuk memberikan dukungan ekonomi demi mengurangi kerugian yang disebabkan akibat suporter yang tidak bisa datang ke stadion.

“Saya berharap pemerintah memahami nilai sepakbola sebagai sebuah industri, melampaui demagogi yang dangkal,” kata Dal Pino kepada wartawan.

“Kami sangat prihatin, kami hampir kolaps dan saya khawatir ekonomi negara akan membayar mahal untuk langkah-langkah pembatasan yang telah diberlakukan.

“Kesehatan adalah yang utama, tetapi penting untuk melakukan hal yang benar, merencanakan dalam jangka menengah dan panjang, dan memikirkan tentang konsekuensi terhadap para pekerja.

BACA JUGA :  Liverpool Hajar Tottenham 3-1

“Efek samping dari tindakan terbaru ini telah memengaruhi banyak sektor, termasuk sektor kami, yang kehilangan €600 juta (£544 juta / $708 juta) pada 2020 karena penutupan stadion.

“Kami mengharapkan perhatian dan kepekaan dari pemerintah. Perdana menteri dengan jelas mengatakan bahwa sektor-sektor yang terkena dampak penutupan paksa akan mendapat bantuan ekonomi dan kami berharap industri seperti kami, yang membayar pajak lebih dari €1 miliar (£907 juta / $1,2 miliar) setiap tahun, akan menerima apa yang sebelumnya diumumkan.”

Sumber: Goal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *