Cilacap Timur Dilanda Banjir

SM/Dok
SM/Dok

CILACAP – Hujan lebat dan lama memicu banjir genangan di sejumlah wilayah Cilacap bagian timur, Senin (26/10). Akibatnya, lebih dari 300 rumah tergenang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mendata, banjir genangan terjadi di sejumlah desa di tiga kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kroya, Sampang dan Maos.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Heru Kurniawan mengatakan, banjir genangan di Kecamatan Kroya terjadi di Desa Mujur dan Gentasari.

”Hujan lebat di Desa Mujur mengakibatkan 23 rumah tergenang air dan 5 KK mengungsi kerumah saudara,” kata Heru Kurniawan, kemarin.

Hujan juga merendam area persawahan di sana. Menurut dia, sawah terendam di sana mencapai 73 hektare. Di Desa Gentasari, hujan lebat mengakibatkan 150 rumah tergenang air dengan ketinggian sekitar 15-50 sentimeter.

”SMPN 4 Gentasari tergenang dengan ketinggian air 15 – 30 sentimeter akibat Sungai Kedungpasung meluap,” ujarnya.

Hujan lebat juga memicu Jalan Raya Buntu-Kroya tergenang air dengan ketinggian sekitar 20-50 sentimeter. Di Kecamatan Sampang, banjir genangan terjadi di Desa Karangasem. Akibatnya,
48 rumah tergenang air. Di Kecamatan Maos, banjir genangan terjadi di Desa Gelempangpasir dan sebanyak 171 rumah tergenang.

Heru merinci, total ada 392 rumah dan 1 sekolah tergenang air. Kemudian 73 hektare areal persawahan terendam. Selanjutnya, Jalan Raya Buntu-Kroya tergenang air dengan rata-rata ketinggian air 20-50 sentimeter. ”Kerugian masih dalam perhitungan,” katanya.

Pihaknya sudah melakukan peninjauan lokasi kejadian dan assesment bersama Forkompimcam dan dinas terkait. Kemudian melakukan operasi tanggap darurat dan kordinasi bersama relawan dan dinas terkait untuk penanganan darurat.

”Termasuk melakukan kerja bakti penanganan darurat rumah yang terendam,” katanya.

Warga RT 1 RW 4 Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya Suratman mengatakan, kejadian banjir merupakan hal yang sering terjadi. Hal itu membuat warga sekitar terbiasa mengalami kon-
disi itu.

BACA JUGA :  Antisipasi Banjir, Warga Diminta Bersihkan Saluran Air

” Air naik sekitar pukul 03.00, kami ngga mengungsi karena sudah terbiasa kena banjir,” ujarnya.

Adapun sepeda motor yang tetap melintas, banyak yang akhirnya mogok. Salah satunya milik seorang pengendara, Yoko. Ia mengaku nekat melintasi banjir, namun ketinggian air
yang mencapai sekitar setengah meter,membuat sepeda motor yang ia kendarai mogok.

”Tadi nekat dipaksakan akhirnya mogok, pas di tengah sawah,” ujarnya.(tg, K17)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *