Penegak Hukum Harus Transparan.

Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan BOS.

JAKARTA, Suaramerdekajkt.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menahan IH, mantan Kepala Sekolah, SMK Pelita Gamma Penajam, yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dana bantuan BOS pada tahun 2015 sebesar Rp 1,1 milyar.

Kuasa hukum IH, Dedi Putra Pakpahan, SH mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang ada, namun berharap agar aparat penegak hukum lebih transparan dalam menegakkan keadilan.

“Klien saya yang sudah ditahan ini, baru menjabat sebagai kepala sekolah itu selama delapan bulan, padahal sebelumnya ada kepala sekolah lain yang diduga juga bermasalah, harusnya diusut tuntas juga biar adil dan transparan, jadi hukum jangan tebang pilih,” kata Dedi Putra Pakpahan, SH, dalam keterangan persnya, Rabu (21/10/2020).

Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan jadwal sidang perdana kliennya tersebut, namun ia berharap persidangan nanti berjalan dengan lancar.

Kemungkinan sidang akan digelar secara virtual, Dedi Putra menekankan, pihaknya sangat kooperatif menghadapi masalah hukum ini.

“Tapi kami mohon pihak kejari harus obyektif juga. Jika kami tidak mendapatkan keadilan kami akan melakukan upaya hukum lain, termasuk menyurati lembaga hukum yang berwenang seperti Kejati, Kejagung dan lainnya,” katanya.

Dia juga mengatakan kasus tersebut terbilang cukup lamban dalam memprosesnya.

“Sudah berjalan dua tahun lebih tapi hanya IH yang diperiksa, harusnya kan semua diperiksa dalam satu yayasan sekolah itu,”imbuh dia.

Ketua pembina Yayasan Kalami Min Hamika yang menanungi SMK Pelita Gamma Penajam, Imam Rahardjo, sebelumnya pernah menjabat kepala sekolah tersebut berharap kasus tersebut bisa segera ditindak lanjuti oleh Kejari Penajam secara hukum yang yang berlaku, dan berkeadilan. (Bb-69)

BACA JUGA :  MA Diminta Awasi Ketua PN Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *