Bagaimana GoJek mengakrabi normal baru Algooth Putranto

SEJAK diumumkan kasus pertama Covid-19 pada bulan Maret 2020 oleh presiden Joko Widodo, pemerintah terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigatif dan penanganan seoptimal mungkin agar virus ini tidak semakin menyebar dan membawa korban jiwa. Beragam pilihan kebijakan ditempuh untuk menghadang laju penyebaran, mulai dari penerapan physical distancing, hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah yang terpetakan sebagai episentrum penyebaran.

Terlepas dari berbagai opsi kebijakan yang ditempuh, pemerintah Indonesia yang sejalan dengan World Health Organization (WHO), mendorong masyarakat harus membiasakan diri untuk patuh menaati dan menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Tentu saja tidak dapat dimungkiri pandemi COVID-19 yang menghantam Indonesia tidak dipungkiri membawa pengaruh yang signifikan terhadap sektor perekonomian. Hal ini membuat Pemerintah menerapkan kebijakan new normal atau tatanan kehidupan normal baru sebagai respons realistis terhadap pandemi COVID-19.

Kebijakan tatanan kehidupan normal baru muncul sebagai kompromi terhadap kemungkinan besar COVID-19 tidak akan pernah hilang dari muka bumi meski nantinya ditemukan vaksin. Normal baru dimaknai sebagai perubahan perilaku masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal. Dengan kondisi ini, aspek kesehatan berjalan simultan dengan aspek sosial ekonomi yang menuntut untuk tetap dapat dijalankan.

Menariknya, kondisi ini rupanya membuat perubahan pada cara dan minat belanja masyarakat. Aktivitas belanja online kini jauh lebih diminati. Dari data Bain & Company dan Facebook, mendapati kawasan Asia Tenggara mengalami peningkatan pembelian online selama pandemi COVID-19, dan ini akan terus mengalami peningkatan.

Sistem belanja online dan juga pembayaran online dinilai lebih praktis daripada proses offline. Tak hanya praktis, sistem belanja online bagi konsumen adalah upaya langsung mengadopsi protokol kesehatan. Hal ini terlihat dari aktivitas belanja online yang bertumbuh besar, hingga tiga kali lipat.

Di Indonesia, kondisi ini berimbas pada bisnis yang dijalani GoJek, milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang kini menjadi pemain utama dari ekosistem belanja online. Sebagai pemain utama, GoJek telah hadir di 167 kota dan kabupaten dari Sabang sampai Merauke.

BACA JUGA :  Jabar-Serang Jajaki Kerja Sama di Sektor Pertanian

Sebagai bisnis yang mendasarkan pada kemitraan, kondisi epidemi tentu menjadi hal yang sangat diperhatikan. Imbas Covid19 tak hanya pada GoJek sebagai entitas bisnis, namun berimbas langsung pada mitra mereka yang jumlahnya sangat besar.

Kondisi membuat GoJek sejak awal langsung tanggap dengan kebijakan normal baru. Menurut Chief of Corporate Affairs GoJek Nila Marita sejumlah langkah dilakukan memperkuat protokol kesehatan, kebersihan, dan keamanan guna memberi ketenangan dan kenyamanan bagi mitra dan pelanggan di tengah pandemi global Covid-19.

Tentu saja tidak mudah, namun langkah antisipasi harus dilakukan GoJek demi memastikan seluruh ekosistem termasuk mitra dan pelanggan dapat tetap beraktivitas dan menjalani keseharian dengan produktif. Dia juga menegaskan protokol ini dihadirkan tanpa ada biaya tambahan.

Inisiatif menjaga kesehatan berbentuk mewajibkan pengecekan suhu tubuh bagi mitra driver di 200 titik Posko Aman J3K di berbagai kota besar. Posko Aman J3K adalah tempat melakukan disinfeksi kendaraan dan helm, pendistribusian masker, hairnet, dan hand sanitizer bagi para mitra driver.

Untuk memastikan pelanggan yakin dan terlindungi, GoJek memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi.

Teknologi GoJek juga memiliki pengaturan geofencing yang dapat memastikan layanan tidak dapat beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal (zona merah).

Menurut salah satu mitra pengemudi, Imam Andi Widodo asal Keradenan, Kabupaten Bogor yang beroperasi di wilayah Depok, Jawa Barat, teknologi ini pula yang membuatnya hanya bisa memenuhi layanan GoSend dan GoFood ketika wilayah Depok menerapkan PSBB.

Agar pelanggan pengguna jasa merasa tenang, diketahui GoJek secara konsisten juga memberi informasi prosedur kesehatan kepada pelanggan melalui shuffle card di aplikasi GoJek. Perusahaan juga mewajibkan penumpang dan mitra driver menggunakan masker selama perjalanan.

BACA JUGA :  Sinergi bank bjb Implementasikan Dukungan Keuangan Inklusif bagi Pemuda dan Perempuan Tangsel

Apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik mitra driver dan penumpang berhak membatalkan pemesanan dan membuat laporan di aplikasi. Hal ini membuat mitra pengemudi mau tak mau harus disiplin.

Selain itu, untuk meminimalisir penyebaran virus melalui droplet, GoJek menyediakan sekat dan telah diimplementasikan secara bertahap kepada belasan ribu armada roda-empat GoCar di 16 kota operasional utama. Fasilitas yang sama juga diterapkan secara bertahap pada armada roda-dua GoRide.

Tak hanya itu, untuk terus mendukung keamanan para pelanggan, Gojek juga hadir dengan layanan GoMed di mana pelanggan dapat berkonsultasi dengan dokter, membuat janji untuk melakukan rapid test COVID-19, membeli vitamin, obat-obatan, dan beragam layanan terkait kesehatan, bekerja sama dengan Halodoc.

Mendukung UMKM

Salah satu lini layanan GoJek yang paling banyak diminati pengguna, GoFood menerapkan protokol kebersihan bagi mitra usaha GoFood sesuai “Pedoman Produksi dan Distribusi Makanan Olahan pada Masa Status Darurat Kesehatan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia” yang dicanangkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Pedoman tersebut mencakup aspek sanitasi, higienitas, dan kesehatan personel, serta pembatasan jarak fisik pada masa pandemi Covid-19, mengikuti panduan dari World Health Organization (WHO). Bagi merchant besar apalagi waralaba asing, mematuhi protokol kesehatan bukan hal yang sulit. Sementara bagi UMKM, ini tantangan besar.

Untuk mendukung upaya bersama tersebut, GoFood telah mendistribusikan paket sanitasi dan ribuan masker ke mitra merchant GoFood yang 96% di antaranya adalah mitra UMKM yang berjuang keras menjaga keberlangsungan bisnis.

Sejak awal pandemi, GoFood telah membekali lebih dari 50.000 outlet mitra UMKM dengan masker serta ribuan paket sanitasi dan keamanan makanan yang berisi sejumlah hand sanitizer, sabun antiseptik, dan segel pengaman.

BACA JUGA :  Kisah Sukses Agen46 BNI UMKM Bertransformasi Jadi Pengusaha Digital  

Mitra GoFood diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatan, kebersihan, dan keselamatan mulai dari aspek higienitas untuk menggunakan masker dan mencuci tangan secara rutin ketika menyiapkan makanan di dapur, mengemas makanan dengan baik dengan segel pengaman.

Tidak lupa, GoJek menerapkan kewajiban pengecekan suhu tubuh bagi karyawan mitra usaha GoFood dilengkapi dengan kartu penanda suhu karyawan, hingga pengantaran tanpa kontak langsung (contactless delivery) yang dilakukan oleh mitra pengemudi yang secara rutin menjaga kebersihan diri dan kendaraan serta suhu tubuh yang sudah dicek.

Tentu saja untuk itu, mitra GoFood diimbau agar menyediakan wastafel dan hand sanitizer bagi mitra pengemudi yang menjemput pesanan makanan siap saji tersebut. Singkatnya, dari hulu hingga hilir wajib dijaga ketat.

Selain itu, GoFood juga menghadirkan kategori menu Siap Masak untuk mempermudah pelanggan yang ingin memasak makanannya sendiri di rumah. Untuk mempermudah pelanggan, GoFood pun menyediakan daftar resto dengan standar higienis terbaik yang bisa langsung pelanggan lihat langsung di halaman GoFood.

Adaptasi GoJek terhadap normal baru yang dilakukan harus dilihat sebagai jawaban agar ekonomi yang sempat melambat dan berimbas langsung pada mitra yang juga merupakan bagian dari masyarakat umum kembali berjalan mendekati normal.

Dalam kondisi normal baru, sembari menanti vaksin Covid19 tiba hanya sikap disiplin, semangat gotong royong dan saling membantu yang membuat masyarakat, termasuk para mitra GoJek dan konsumen dapat terus optimis bahwa masa pandemi dapat dilalui tak terlalu berat.(algooth poetranto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *