Mata Pisau Yodi Prabowo

Oleh: Dr Sumaryoto Padmodiningrat MM

Mata pisau itu tak berkejap menatapmu
Kau yang baru saja mengasahnya
berfikir: ia tajam untuk mengiris apel yang tersedia di atas meja
sehabis makan malam;
ia berkilat ketika terbayang olehnya urat lehermu

Entah apa yang berkecamuk dalam benak Yodi Prabowo (26), editor video di Metro TV. Apakah ia pernah membaca puisi Sapardi Djoko Damono berjudul “Mata Pisau” gubahan tahun 1982 di atas, ataukah tidak, sehingga kemudian bunuh diri dengan cara menusuk dada dan lehernya sendiri dengan sebilah pisau?

Siang itu, Selasa (7/7/2020), Yodi bergegas ke Ace Hardware, Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Hanya satu yang dia cari di toko khusus perkakas itu: pisau!

Siang itu, Jumat (11//7/2020), jazad Yodi ditemukan sekawanan anak-anak yang sedang bermain layang-layang di pinggir jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ada luka tusuk di dada dan lehernya. Pisau itu ditemukan ada di bawah tubuh korban yang saat itu dalam posisi telungkup. Tak ditemukan ada sidik jari dan DNA orang lain pada pisau tersebut. Polisi menyimpulkan: Yodi Prabowo bunuh diri!

Yodi sendirilah yang membeli pisau yang kemudian diduga digunakan untuk bunuh diri itu. Sekitar dua menit ia memilih dan lalu membayar pisau itu. Tak sadar, mata pisau itu berkilat ketika terbayang olehnya urat leher Yodi.

Cukupkah sebilah pisau untuk mengakhiri hidup Yodi? Ternyata tidak. Untuk berani menancapkan mata pisau itu ke dada dan lehernya, menurut polisi, Yodi mengonsumsi amfetamin yang biasa ditemukan dalam narkotika jenis sabu.

Kalau memang pisau itu dibeli oleh Yodi sendiri, mengapa anjing pelacak K-19 sempat mengendus pisau itu berasal dari sebuah warung kopi tak jauh dari tempat ditemukannya jazad Yodi? Apakah Yodi sempat mampir dulu ke warung itu? Inilah yang masih menjadi teka-teki dan ganjalan orangtua Yodi.

BACA JUGA :  Menggapai Mimpi Jakarta Sehat, Jakarta Aman.

Yang pasti, nyawa Yodi melayang setelah mata pisau itu menancap di dada dan lehernya.

Mengapa Yodi melakukan tindakan konyol itu? Menurut polisi, Yodi mengalami depresi. Orang depresi bisa melakukan apa saja, termasuk bunuh diri.

Cinta Segi Tiga

Mengapa Yodi mengalami depresi? Menurut polisi, salah satunya karena cinta segi tiga antara Yodi, S dan L. Yodi beberapa kali melontarkan pertanyaan: kalau saya tidak ada, bagaimana?

“Tak mungkin kalau keduanya, karena hati cuma satu. Apabila satu yang kupilih, pasti yang lain menderita. Apabila tiada yang kupilih, pasti mereka tak akan rela.”

Apakah Yodi juga suka mendengarkan lagu “Bimbang” karya Rhoma Irama tersebut, sehingga akhirnya dia terinspirasi untuk “mengalah”? Kita tidak tahu pasti.

Mungkin Yodi mengalami apa yang oleh Sigmund Freud (1856-1939), Bapak Psikoanalisis, disebut sebagai “split of personality” atau kepribadian ganda, di mana kepribadian menjadi terdisosiasi menjadi dua atau lebih bagian yang masing-masing dominan dan mengontrol perilaku dari waktu ke waktu dengan mengesampingkan bagian-bagian lainnya.

Dikutip dari sejumlah sumber, kepribadian ganda sering kali disamakan dengan skizofrenia, meski sebenarnya kedua kondisi ini berbeda. Penderita skizofrenia tidak memiliki banyak kepribadian seperti pada penderita kepribadian ganda. Meski demikian, kedua kondisi ini bisa mendorong penderitanya melakukan percobaan bunuh diri.

Penderita kepribadian ganda memiliki dua atau lebih kepribadian di dalam dirinya, yang satu sama lain berbeda atau bahkan bisa bertolak belakang. Salah satu kepribadian bisa mengambil alih kontrol tubuh dan pikiran penderita kapan saja, dan biasanya dipicu oleh situasi tertentu ketika penderita merasa stres, takut atau marah.

Dalam istilah psikologi, kepribadian lain disebut sebagai alter ego. Saat alter ego mengambil alih kesadaran, penderita akan menjadi pribadi lain dengan nama, usia, jenis kelamin, atau sifat yang berbeda. Bahkan, tidak menutup kemungkinan penderita merasa dirinya adalah seekor binatang.

BACA JUGA :  Soekarno.

Dalam periode tersebut, akan terlihat perubahan perilaku pada penderita kepribadian ganda. Mereka bisa melakukan sesuatu yang biasanya tidak akan mereka lakukan dalam kondisi kejiwaan normal.

Contohnya, seorang penderita kepribadian ganda yang taat pada hukum, sopan, dan berperilaku sesuai norma yang ada di masyarakat bisa saja melakukan pencurian, berlaku kasar, atau mudah memaki ketika alter ego-nya mengambil alih. Dalam hal Yodi, ia diduga melakukan bunuh diri.

Seseorang yang mengalami “split of personality” bisa bersifat seperti Rahwana atau Dasamuka, Raja Alengka yang memiliki sepuluh rupa wajah.

Pemicu lain depresi Yodi, kata polisi, adalah terkait kondisi kesehatannya. Sebelum tewas, Yodi sempat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Dari konsultasi itu, Yodi melakukan tes HIV. Namun sebelum mengetahui hasilnya, Yodi keburu tewas.

Orangtua Yodi meyakini anaknya itu baik-baik saja. Sebab itu, mereka yakin Yodi tak mungkin melakukan seks bebas, yang bisa menjadi pemicu HIV, mengonsumsi narkotika, apalagi bunuh diri. Namun teori “split of personality” Sigmun Freud di atas mungkin dapat menjelaskan mengapa Yodi depresi dan kemudian diduga bunuh diri sesuai kesimpulan polisi.

Tapi, ada tapinya. Saat merilis penyebab kematian Yodi Prabowo, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Adi Hidayat menyatakan kesimpulan polisi itu masih sementara. Artinya, masih terbuka kemungkinan lain tentang siapa penyebab kematian Yodi.

Selain endusan anjing pelacak tentang asal-muasal pisau, juga ada dua orang mencurigakan yang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat atau sesaat setelah peristiwa terjadi.

Tidak itu saja. S, kekasih Yodi, saat diperiksa polisi sebagai saksi, sempat tidak konsisten dalam memberikan keterangan. Mengapa polisi tidak menelisik lebih jauh inkonsistensi ini?

BACA JUGA :  Puasa dan Pengaturan Nutrisi

Siapa pun pelakunya, apakah dirinya sendiri atau orang lain, yang jelas nyawa Yodi Prabowo melayang akibat tikaman mata pisau di dada dan lehernya.

Tugas polisi untuk menjawab tuntas semua teka-teki menyangkut tangan siapa yang telah menikamkan mata pisau ke tubuh Yodi.

Dr H Sumaryoto Padmodiningrat MM: Mantan Anggota DPR RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *